Monday, October 13, 2014

PROGRAM BISA (BELAJAR ILMU SHARAF*) ~ BELAJAR BAHASA ARAB ONLINE UNTUK PEMULA

(*baca: Belajar Ilmu Shorof)


Umat Islam Indonesia patut bersyukur, karena selain Program ODOJ (One Day One Juz) yang berjalan via WhatsApp & BBM dalam rangka membumikan Al Qur'an dan membiasakan kontinuitas tilawah, kini telah ada terobosan baru yang juga bisa meningkatkan ukhuwah umat Islam dari segenap penjuru dalam dan luar negeri tanpa harus tatap muka/tak perlu belajar ke luar rumah, khususnya dengan tujuan memudahkan sekaligus mendisiplinkan kita dalam belajar bahasa Arab (bahasa Al Quran). Adalah Program BISA (Belajar Ilmu Sharaf) dan Program BINA (Belajar Ilmu Nahwu) yang diprakarsai oleh Ummu Razin & Abu Razin beserta rekan-rekannya. Mereka menggagas Program Belajar Bahasa Arab via WhatsApp. Meskipun menerapkan metode belajar jarak jauh, program ini mengutamakan kedisiplinan dan kesungguhan siswa-siswinya. Oiya, sebenarnya BISA merupakan singkatan dari Belajar Islam dan Bahasa Arab. Tapi khusus di blog ini saya tulis BISA = Belajar Ilmu Sharaf =))))


Saya termasuk salah satu dari ribuan peminat program ini. Hingga saat ini BISA telah berjalan sebanyak 8 Periode/Angkatan. Dan saya beruntung bisa terdaftar di angkatan 7, tergabung dalam Grup BISA 7-5 (Angkatan 7 Grup 5). Dari awal Program ini terlihat menarik & menantang, untuk belajar ilmu shorof, tiap angkatan membutuhkan waktu belajar efektif selama 2 bulan. Selanjutnya bagi yang udah lulus, bisa mendaftar sebagai musyrif/ah bagi angkatan-angkatan setelahnya. Dan saya, Alhamdulillah dengan seabreg kesibukan, telah berhasil mengikuti kegiatan ini hingga akhir, serta telah mengikuti ujian Lisan dan tulisan pada tanggal 28 September lalu, serta dinyatakan lulus dengan predikat Jayyidah. Ada penerapan Drop Out (DO) tiap pekannya bagi siswa/i yang tidak disiplin dalam mengerjakan tugasnya. Tiap pekan ada tugas lisan dan tulisan. Jika dalam 1 pekan tidak mengerjakan dua tugas tersebut sekaligus, akan di DO dan dikeluarkan (di-remove) dari Kelas (Group WA). Demikian pula bagi yang tidak mengerjakan 2 tugas berturut-turut selama 2 pekan, juga langsung di DO. Awalnya dag-dig-dug juga dengan sistem DO ini, karena tiap pekannya adaaaa aja teman seperjuangan yang di-DO. Bayangin aja, dari 30 peserta yang mengikuti kelas 7-5 sejak pekan percobaan, pada ujian akhir hanya tersisa 14 peserta. Dengan kata lain udah 16 orang yang di-Drop Out dari kelas yang saya ikuti. Berikut ini Kalender Akademik BISA Angkatan 7, padat banget lho ;)



Program BISA ini sangat tersistem dan terstruktur dengan baik, terpisah antara kelas ikhwan (laki-laki) dan kelas akhawat (perempuan). Tiap kelas ada 3 Musyrif/ah, Dari pekan pertama, tugas diberikan pada hari Ahad, dikerjakan dalam jangka waktu lebih kurang 6 hari, dan pengumpulan tugasnya tiap 10 orang mendapat 1 musyrifah. Tugas tertulis ditulis tangan, difoto, lalu dikirim via email paling lambat hari Jumat pukul 23.59. Biasanya tugas diberikan setelah Kelas Tanya-Jawab berlangsung. Tugas audio dengan cara merekam suara, lalu mengirimkannya ke musyrifah masing-masing via japri (baca: jalur pribadi) melalui WhatsApp. Untuk men-support proses belajar, ada diktat (buku pegangan) yang bisa kita download (setebal 165 halaman dalam bentuk PDF). Ada Dars Audio per bab (penjelasan dengan contoh yang lebih banyak/lengkap), sesekali ada video yang bisa kita download juga. Materi yang dipelajari di antaranya: Seputar Fi'il, Isim, dan huruf, Tashrif ishtilahiy (dari fi'il madhi, mudharriy, mashdar, isim fa'il, isim maf'ul, hingga nahyi), tashrif lughawy (muannats-mudzakkar), wazan dan mauzun, tsulatsy mujarrod, majhul-ma'lum, mentashrif (ishtilahiy) kata-kata yang ada di beberapa surah juz 28-30, dll. Total rinciannya: 21 Pelajaran, 10 tugas, dan 4 Tipe Ujian. Bersyukur sekali para musyrifahnya sangat baik dan ramah, jadi ketika kesulitan memahami tugas yang ada (secara siswa-siswi yg mengikuti program BISA ini rata-rata alumni Sekolah Umum), mereka bersedia membantu dengan mengirimkan beberapa foto2 yang bisa membuat siswa/i lebih mengerti. Biasanya dikirim ke grup 'obrolan grup' (di kelas saya, korlasnya membuat 1 grup lagi yang diberi nama 'Obrolan BISA 7-5') karena kelas utama biasanya tidak boleh digunakan untuk dialog di luar jam-jam yang ditentukan alokasinya berupa: untuk quiz (2 kali per pekan, dapat hadiah pula buat Juara I nya), pemanasan materi dan upload-download materi, dan kelas tanya jawab (Jika ada materi yang tidak dimengerti, dapat ditanyakan pada kelas ini, jadwalnya tiap ahad pukul 16.00-18.00). Pada saat kelas tanya-jawab berlangsung, tiap peserta(siswa/i) wajib hadir. Nilai tiap tugas akan diumumkan pada hari Senin pada pekan berikutnya. Oiya, ini nih cover diktat (ebook-nya):



Setelah ujian, siswa/i diminta untuk memberikan testimoninya terkait Program BISA. Rekan-rekan seperjuangan di Kelas 7-5 memberikan testimoninya dengan cara yang variatif. Ada yang memberikan puisi, pantun, kata2 menggugah, foto, card, dll. Seru dan alhamdulillah bermanfaat serta ada sertifikatnya. Mantap, tak sabar menunggu kelas nahwu (Program BINA~Belajar Ilmu Nahwu). Setelah BINA, ada kelas lanjutan yang gak kalah menantang: Belajar Aqidah dengan Nahwu dan Belajar Fiqih dengan Nahwu. Mantraffff, subhanallah...


Hal yang berkesan bagi seorang bunga adalah: selama beberapa pekan, dalam pengumpulan Tugas tertulis, saya nyaris selalu mengumpulkan tugas pada masa-masa toleransi (Hari Jumat pukul 18.01 - 23.59). Mengirimkan tugas tertulis di detik-detik terakhir, mungkinkah ini mengindikasikan bahwa saya ini termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang produktif kalo udah kepepet, kreatif kalo udah deadline, mendadak jadi lebih cerdas kalo waktunya udah mepet? entahlah, yang jelas saya sering diingatkan musyrifah agar tidak membiasakan diri menunda-nunda pekerjaan hingga mendekati deadline. Mungkin dasar sayanya aja yang ngeyel, mengerjakan sesuatu hingga detik-detik deadline itu bagi saya memacu adrenalin. Sebenernya baik gak siyh buat kesehatan? hehehe. Tapi untuk program BISA ini, ada risiko yang harus ditanggung ketika kita mengirimkan tugas di detik-detik terakhir: Nilainya didiscount 20%, makanya di kelas 7-5, saya termasuk salah satu siswi yang nilainya sering didiscount. Batas waktu agar nilai tugas tidak didiscount adalah mengirimkan tugas pada hari Jumat pukul 18.00. Penerapan sistem discount nilai ini, Misalkan nilai 100, karena mengirimkan tugas di batas toleransi waktu, nilai 100 didiscount jadi 80. Jika tadinya nilai asli 80, maka setelah discount menjadi 64. Duuuh, sedihnya, tapi apa mau dikata, mulai pekan 3, tugasnya udah berlembar-lembar, sedangkan saya memiliki waktu luang tiap Jumat siang. Jumat siang baru start pengerjaan tugas, finished sekitar pukul 23.00 (tentunya karena diselingi juga oleh aktivitas rumah tangga). Terkadang ada kendala lain, pas lagi mepet2nya dikejar deadline, koneksi internet (modem) bermasalah, ya udah deh, kadang hanya terkirim setengahnya. Karena lewat dari pukul 23.59, tugas tersebut tidak akan diterima lagi. Pembelajarannya di sini adalah: Kerjakan tugas dengan mencicil dan jangan borongan. kalo ada yang tidak dimengerti, segera tanyakan. Kendati demikian, setidaknya di pekan percobaan Nilai tugas saya yang tertinggi di kelas, di pekan 1 dan pekan 2 masih rata-rata nilai tugas di atas 90. Mulai pekan 3, udah banyak discount-annya tuch. Apa pun itu, saya tetap mensyukuri dapat menjadi salah satu dari 14 siswi kelas 7-5 yang bertahan hingga garis finish. ^_~


Readers tertarik untuk ikut program BISA juga? Klik aja di: www.programbisa.com



Hamasah....!!!! ;)


Bungaaaaaa'2014

No comments:

Post a Comment