Tak terasa, tujuh bulan sudah ananda Keyza bersama kami di Muara Bulian. Beberapa pekan yang lalu di bulan Desember 2014, Keyza menerima raport hasil belajarnya. Dan sesuai dengan Kurikulum 2013, Raport tersebut ber-cover 'LAPORAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SDIT AULIA' berupa deskripsi non angka. Berikut kompetensi Keyza berdasarkan penilaian gurunya:
A. SIKAP
Alhamdulillah ananda Keyza sudah terbiasa berdo'a sebelum dan sesudah belajar, menerima dengan baik keberagaman ciptaan Tuhan, sangat baik dalam menunjukkan perilaku patuh pada aturan penjumlahan dan pengurangan, serta mampu dengan baik merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Namun perlu bimbingan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, serta membaca bismillah setiap melakukan aktivitas.
B. PENGETAHUAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat baik dalam mengenal anggota tubuh, cukup baik mengenal arahan tentang perawatan tubuh, sangat baik mengenal arti diri/personal tentang keberadaan keluarga serta memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menghitung dan menjumlah, namun perlu bimbingan dalam mengenal konteks terima kasih tentang sikap/penerimaan akan kasih sayang/perhatian dan pemberian dari orang lain.
C. KETERAMPILAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat terampil dalam menulis dan menghias kartu nama, memiliki kemampuan yang baik dalam mengenal perawatan tubuh dan pemeliharaan kesehatan, mampu melakukan lari berpasangan, sangat baik dalam menyebutkan dan menuliskan angka 20-100, serta mampu dengan sangat baik menyebutkan, mengenal anggota keluarga, dan menghias foto keluarga. Namun perlu bimbingan dalam bekerja sama dalam permainan ular naga.
D. MUATAN LOKAL
- Bahasa Inggris: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan dan menuliskan angka dalam Bahasa Inggris, dan menyebutkan nama benda dalam bahasa Inggris, serta membedakan warna dalam bahasa Inggris.
- Bahasa Arab: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan nama-nama benda dan angka dalam Bahasa Arab dari satu hingga sepuluh, dan menuliskannya dengan rapi.
- Iqro' dan Hapalan: Alhamdulillah ananda Keyza lancar menghapal surah Ad-Dhuha, Al-Insyirah, At-tin, At-Takatsur, namun masih membutuhkan bimbingan untuk surah Az-Zalzalah.
- Ibadah: Alhamdulillah ananda Keyza mampu melaksanakan tata tertib wudhu', sholat Dhuha, dan do'a-do'a pendek dengan baik. Namun butuh bimbingan untuk tugas Agenda kegiatan harian agar membiasakan mengemban bertanggung jawab.
^_^
Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts
Monday, January 5, 2015
Saturday, November 29, 2014
Keyza & Sekelumit Hal-hal Unik....
Anak-anak selalu menyenangkan. Tiap anak pasti membawa segudang keunikan dalam dirinya. Begitu pula dengan Keyza. Di antaranya masalah susah tidur. Sesampai di Muara Bulian, malamnya keyza gak bisa tidur mpe jam 2 malem, terus begitu selama 4 hari berturut-turut. Kata temen2 di kantor, anak2 kalo di tempat baru, pasti awalnya susah tidur :). Alhamdulillah di hari ke-5 keyza bisa tertidur lelap setelah aku nina bobokkan dengan lagu 'Bunda'. Setiap malam harus nyanyi 'Bunda' dulu 3 kali, baru dech keyza tidur nyenyak. Efeknya, keyza jadi hapal lagu 'Bunda' dech.
Selain masalah susah tidur di awal-awal proses adaptasi keyza di Muara Bulian, keyza juga susah makan. Makannya dikiiit banget, maunya pakai beras solok, jadilah kami beli beras solok ke temen yang nyetok. Tapi masalah gak selesei sampe di situ. Keyza masih aja sulit makan, walaupun lauknya udah teramat sangat enak. Pusing jadinya. Akhirnya ada solusi dari mama, nasi putihnya ditaburi garam halus. Anak-anak sulit makan nasi karena mereka kan gak suka sambel, nasinya hambar/tawar. Kalo nasinya dikasi garam, jadi ada rasa enak di nasi. Dan bener aja, setelah ditaburi garam halus, keyza jadi sering minta tambah nasinya. Terseleseikan masalah ke-2.
Selain dua masalah di atas, soal pakaian keyza juga mengusik pikiranku. Hampir semua baju-bajunya bertipe 'you can see', baik gaun ataupun kaos atasan. Ada celana pendek & kaos2 lengan pendek. Akhirnya aku mampir ke toko temen yang menjual baju-baju muslimah untuk anak. Aku beli beberapa pasang rok+atasan, dan gaun. Tapi ternyata kepanjangan rok nya, untungnya aku bisa beberapa skill jahit menjahit, diajarin adik nenekku yang tukang jahit (baca: nek elly) pas aku SD & SMP di masa-masa masih tinggal sama nenek. Kalo soal mendekin baju, jahit kancing baju yang lepas, mendekin gordent, taplak meja, dll insyaaAllah dengan jahit tangan aja aku bisa. Alhasil baik baju muslimah, baju seragam keyza, rok jeans lembut, dan semua baju keyza yang kepanjangan, dah dipendekin. Pokoknya soal jahit menjahit ini tak luput dari perhatianku, bahkan di rumahku di Muara Bulian, ada mesin jahit merk singer, lumayan bikin baju-baju buat di rumah (daster yg modelnya lurus-lurus aja), atau ngejaitin baju piyama buat misua, tapi aku perlu belajar lagi nih, biar bagus hasilnya, hehehe.
Kalo soal ngemil, cemilan kesukaanku, pasti keyza juga suka. Jadi seru deh, skrg ada temen ngemil di rumah, secara si uda kan gak suka ngemil. Dan cucu perempuan ibu mertuaku, ya, cuma keyza satu-satunya. Yang laen cowok semua. Jadi ibu mertua selalu menitipkan perihal sholat & mengaji al Qur'an nya keyza padaku. "Tolong didisiplinkan" pesan beliau. Ditambah lagi hapalan surat pendeknya. Keyza rada males menghapal, tapi kalo ngapalin lagu, cepet banget. Sampe-sampe tontonannya harus diseleksi, karena beberapa stasiun TV kerap mempertontonkan kemesraan orang dewasa di jam-jam anak-anak ada di rumah. Lagu-lagu pembuka sinetron di televisi juga dewasa banget, kasian anak-anak yang suka membeo, jadi melafalkan kata-kata yang tidak sesuai umurnya...
(To Be Continued)
Thursday, October 23, 2014
Belajar menjadi Ibu...
Sejak bulan Mei 2014 lalu, kami (baca: Bunga & uda Amril) sepakat untuk mengasuh anak dari abang ipar (baca: Da Hamdy). Namanya Keyza, lengkapnya Aghni Keyza Hilyati Habib. Sebelum bercerita lebih jauh soal Keyza, saya akan cerita sedikit tentang latar belakang keputusan pengasuhan anak ini. Tadinya kami ada niatan untuk adopsi anak, berhubung udah 4 tahun menikah dan belum memiliki anak. Walaupun udah ke dokter dan berdasarkan hasil USG, kondisi rahim saya dinyatakan dokter 'bersih', space cukup besar, dan kondisi rahim benar-benar baik-baik saja serta siklus haid tidak bermasalah, mungkin kurang istiqomahnya kami konsul ke dokter jadi salah satu penyebab lambatnya rezeki 'keturunan' ini. Dan juga kami konsul ke beberapa dokter yang berbeda. Sedangkan ada juga teman yang menyarankan untuk fokus konsultasi ke satu dokter saja. Serta kemungkinan penyebab lainnya adalah kesibukan kami berdua yang nyaris full agenda setiap pekannya. Sebenarnya kami ada niatan untuk cuti alasan penting selama 1 bulan, khusus untuk program medis memiliki anak, namun uda Amril merupakan salah satu pegawai andalan di kantornya, sering lembur dan mengerjakan pekerjaan perencanaan+keuangan+ke lapangan+pekerjaan borongan lainnya. sehingga tidak memungkinkan untuk cuti. Semoga beberapa tahun ke depan bisa direalisasikan. Aamiin....
Bagi readers yang udah berkeluarga, tentunya sangat menyadari pentingnya kehadiran seorang anak, terutama sebagai perekat hubungan pasutri. Kami pun demikian, sejak tahun ke-dua pernikahan, mulai merindukan kehadiran buah hati. Tahun ke-3 mulai terasa kehampaan dan kekosongan yang seharusnya diisi oleh canda tawa anak-anak di rumah. Selain ke dokter, kami juga sempat mengkonsumsi herbal. Baik herbal semisal kurma muda (baik original ataupun berbentuk serbuk), Lutena, herbalife, rumput india+habbatus sauda, dan lain sebagainya udah melengkapi ikhtiar kami. Namun hingga memasuki tahun ke-empat pernikahan kami masih belum dikaruniai anak, dan mulai keinginan untuk mengadopsi anak. Awalnya ingin mengadopsi anak bayi, saya udah menghubungi beberapa teman yang berprofesi sebagai dokter atau pun bidan, tapi ternyata dari pihak keluarga saya kurang setuju dengan adopsi bayi. Lalu saya menghubungi keluarga besar saya yang domisili di Padang, apakah ada yang berkenan untuk menitipkan hak asuh anaknya ke saya dan suami, ternyata tidak ada yang bersedia. Kemudian ada tawaran dari pihak keluarga suami, Da Hamdy dan mba' yani yang baru direpotkan dengan kelahiran anak ke-3, sehingga menawarkan anak ke-2 mereka (baca: keyza) untuk diasuh oleh kami. Keyza juga sebelumnya udah lumayan dekat dengan saya. tiap kami berkunjung ke Dharmasraya, udah kompak sama saya. Sebenarnya kami merasa tidak enak dengan saudara-saudara uda yang lain yang juga belum memiliki anak (uda 6 bersaudara, sudah berkeluarga semua, 2 orang udah punya anak, 4 orang belum), karena keyza ditawarkan untuk kami asuh. Siapa tahu sebenarnya mereka juga pengen rumahnya diramaikan oleh canda tawa anak-anak. Tapi akhirnya setelah dibicarakan dengan keluarga saya, keluarga saya setuju. Pertimbangannya karena Keyza udah kelas 1 SD, dan bukan bayi. Keluarga saya sebetulnya mempertimbangkan kesibukan dan pekerjaan saya yang lebih banyak di luar rumah daripada di dalam rumah. Akhirnya setelah Keyza wisuda Taman Kanak Kanak (TK), langsung kami jemput ke Dharmasraya (saking semangatnya saya untuk menjadi ibu).
Saya bersyukur sekali mendapat kesempatan dan pengalaman sebagai seorang ibu. Suatu pengalaman berharga yang tak tergantikan oleh apa pun. Apalagi pengalaman berkesan pertama kali keyza sesampai di Muara Bulian. Masih suasana liburan, hingga akhirnya bulan Julli mulai masuk Sekolah. Keyza kami sekolahkan di SDIT Aulia Muara Bulian. Keyza adalah anak yang cerdas, suka banyak bertanya (tidak puas dengan satu jawaban), tangannya rada 'gratilan' mungkin karena rasa penasarannya yang tinggi. Dan istimewanya, Keyza udah lancar membaca, menulis, berhitung, dan membaca Al Quran. Tapi ketika disuruh sholat, uiiiih, susah banget....
di postingan berikutnya insyaaAllah saya sambung lagi sebagai seri 'Parenting' berupa pengalaman pribadi saya selama interaksi dengan keyza, mengasuhnya, dan mengurus segala keperluannya seperti anak saya sendiri, serta mencurahkan kasih sayang berupa memberikan didikan (sesekali memarahi), membimbingnya belajar, menina-bobokkan, dan lain sebagainya. jadi ibu itu seru, seruuu banget....
>>>to be continued
Tuesday, August 19, 2014
Perhatikan Hal-hal ini Saat Menasihati Anak..!
1. Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menerima nasihat, sesuai usia/tahap perkemabangannya.
2. Perhatikan responsnya. Tanda ia mengerti atau tidak, terlihat dari caranya memahami instruksi pendek yang kita sampaikan.
3. Gunakan intonasi dan mimik yang tepat, tegaskan pada hal yang ingin kita ubah pada perilaku anak.
4. Tetap lakukan kontak mata sehingga anak merasa dihargai dan diperhatikan. Jangan sekali-kali kita menasihati sambil tetap melihat ponsel atau menonton TV.
5. Perhatikan tipe dan gaya anak. Kita yang paling memahami perilaku anak, apakah ia tipe visual, auditori, atau kinestetik. Sesuaikan cara penyampaian nasihat dengan tipe anak agar ia mudah menerima nasihat kita.
Sumber: Majalah Ummi
2. Perhatikan responsnya. Tanda ia mengerti atau tidak, terlihat dari caranya memahami instruksi pendek yang kita sampaikan.
3. Gunakan intonasi dan mimik yang tepat, tegaskan pada hal yang ingin kita ubah pada perilaku anak.
4. Tetap lakukan kontak mata sehingga anak merasa dihargai dan diperhatikan. Jangan sekali-kali kita menasihati sambil tetap melihat ponsel atau menonton TV.
5. Perhatikan tipe dan gaya anak. Kita yang paling memahami perilaku anak, apakah ia tipe visual, auditori, atau kinestetik. Sesuaikan cara penyampaian nasihat dengan tipe anak agar ia mudah menerima nasihat kita.
Sumber: Majalah Ummi
Sunday, December 1, 2013
Mengatasi Penyebab Kebosanan Anak dalam Menghafal Al Quran
Faktor Penyebab Kebosanan Anak dalam Menghafal Al Quran adalah sbb:
1. Kecanggihan teknologi yang didapatkan anak dapat menghancurkan motorik anak. Mulai dari TV, video, komputer, gadget, yang menyebabkan kemunduran dan melemahnya kemampuan pendengaran pada orang dewasa maupun anak-anak secara merata. Ini juga karena bahwa menghafal Al Quran pertama kali sangat mengandalkan kemampuan pendengaran yang mengakibatkan sedikitnya perhatian yang diberikan.
2. Beberapa pendidik mengklaim bahwa anak tidak harus tahu cara talqin (menuntun) dan menghafal tanpa pemahaman. Klaim ini kemudian membuat telinga menganga sampai-sampai sebagian orangtua khawatir proses talqin ini memiliki sebuah kelebihan. Sebenarnya talqin adalah salah satu sarana paling efektif dalam menghafal Al-Quran dan tidak bisa dilepaskan.
Langkah-langkah Operasional yang bisa Membantu Anak Menghafal Al Quran:
1. Mempersiapkan Anak untuk Hafal Al Quran.
2. Kenali sejauh mana kemampuan anak anda dalam menghafal.
3. Anak memulai hafalannya dari juz Amma.
4. Anak mendengarkan sampai juz yang sudah ditentukan dalam sehari melalui murattal digital 4-5 ayat dan orang tua berperan sebagai pengganti guru tahfiz.
5. Pada akhir pekan, kita bisa melihat ayat-ayat al-Quran sudah mulai melekat di benaknya.
6. Mengapresiasi anak.
7. Merayakan setelah anak berhasil menghafal satu juz.
8. Agar hafalan al-Quran tidak mudah hilang, maka kita harus menjaganya dengan murojaah secara berkesinambungan.
Sumber: Lambaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I)
Labels:
Ensiklopedi Al Qur' an,
Islamic View,
Parenting
Wednesday, November 27, 2013
Anak-Anak dan Disleksia...
Disleksia atau kesulitan membaca kerap dihubungkan dengan perilaku si kecil di kelas yang dianggap mengganggu dan tidak konsentrasi. Namun di usia balita, gangguan ini masih butuh pengujian yang cermat. Sebab umumnya disleksia lebih mudah dideteksi pada usia SD, ketika anak sudah mulai aktif membaca dan menulis. Sementara anak prasekolah dan yang masih dalam proses belajar mengenal huruf, dan anda temukan si kecil sulit mengingat huruf, jangan buru-buru mencapnya mengalami disleksia.
Hm,,,,Bunga mau rekomendasi buat readers yang tertarik dengan kasus disleksia pada anak-anak,ada Bollywood Movie yang menyentuh tentang anak disleksia yang berbakat melukis dan merakit benda-benda. Anak tersebut dianggap bodoh oleh orang tua dan teman-temannya karena tidak dapat membaca buku-buku pelajaran dan juga sulit untuk membedakan angka dengan huruf, dan juga bingung dalam menentukan arah (baca: kiri-kanan) huruf/angka. Contohnya, angka 5 ditulis sebagai 2, dll, padahal dia berbakat dalam bidang lainnya. Namun berkat kesungguhan dan seringnya latihan menulis dan membaca bersama seorang guru yang dulunya disleksia juga (diperankan oleh Aamiir khan), akhirnya anak itu bisa membaca dan menulis dan bahkan menjadi Juara I dalam Lomba Melukis bersama guru, dan Aamir Khan melukis wajah anak itu (lukisan yang bunga pajang di bagian atas postingan ini).This Movie mencoba mengingatkan pada tiap orang yang menonton bahwa 'Every child is special'.
Judulnya Taare Zameen Par....

Taken from: Majalah AyahBunda dan sumber lainnya....
Diare pada Bayi ~ Jika Terlambat Menangani Bisa Berdampak pada Kematian...
Diare tidak dapat dianggap sepele. Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2007, diare merupakan penyebab kematian pada 42% bayi, sebab pada usia 6-24 bulan, bayi rawan terserang diare. Di seluruh dunia, diare merupakan pembunuh kedua terbesar pada anak di bawah usia 5 tahun, 2 kali lebih banyak dari malaria.
Kenali Gejalanya:
Setelah virus masuk ke dalam tubuh, gejala akan muncul 24 hingga 72 jam berikutnya yang didahului oleh demam dan muntah. Setelah itu amati fesesnya. Biasanya bayi akan mengeluarkan feses cair dengan frekuensi BAB meningkat dari yang biasanya hanya 2-5 kali sehari menjadi tiga kali lipat atau bahkan lebih. Inilah yang menyebabkan bayi anda kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Salah satu tanda dehidrasi adalah ia jarang buang air kecil.
Atasi Segera!!!
Beri Cairan. Jika si kecil masih minum ASI, jangan hentikan pemberian ASI. Tubuhnya sedang membutuhkan cairan. ASI bisa membantu menggantikan cairan yang hilang. Selain itu, pelukan anda ketika menyusui juga bisa membuat bayi merasa lebih nyaman. Pastikan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya mencukupi.
Beri Campuran Gula dan Garam
Bayi kehilangan garam dalam tubuhnya yang keluar melalui diare. Gantilah cairan yang hilang tersebut dengan cara mencampurkan air gula dan garam oralit. Pemberian oralit untuk bayi harus disertai dengan resep dokter.
Beri Makanan yang Mudah Dicerna
Ganti menu makanan bayi dengan makanan sederhana yang mudah dicerna perutnya, misalnya bubur, apel kukus, atau pisang.
Taken From: AyahBunda Magazine ^_^
Kenali Gejalanya:
Setelah virus masuk ke dalam tubuh, gejala akan muncul 24 hingga 72 jam berikutnya yang didahului oleh demam dan muntah. Setelah itu amati fesesnya. Biasanya bayi akan mengeluarkan feses cair dengan frekuensi BAB meningkat dari yang biasanya hanya 2-5 kali sehari menjadi tiga kali lipat atau bahkan lebih. Inilah yang menyebabkan bayi anda kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Salah satu tanda dehidrasi adalah ia jarang buang air kecil.
Atasi Segera!!!
Beri Cairan. Jika si kecil masih minum ASI, jangan hentikan pemberian ASI. Tubuhnya sedang membutuhkan cairan. ASI bisa membantu menggantikan cairan yang hilang. Selain itu, pelukan anda ketika menyusui juga bisa membuat bayi merasa lebih nyaman. Pastikan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya mencukupi.
Beri Campuran Gula dan Garam
Bayi kehilangan garam dalam tubuhnya yang keluar melalui diare. Gantilah cairan yang hilang tersebut dengan cara mencampurkan air gula dan garam oralit. Pemberian oralit untuk bayi harus disertai dengan resep dokter.
Beri Makanan yang Mudah Dicerna
Ganti menu makanan bayi dengan makanan sederhana yang mudah dicerna perutnya, misalnya bubur, apel kukus, atau pisang.
Taken From: AyahBunda Magazine ^_^
Monday, April 15, 2013
15 Pesan Ibu untuk Ayah (dalam Mengasuh Anak)
1. Ayah, hari ini akan penuh dengan kebahagiaan jika ayah berpikir akan meraih kebahagiaan hari ini juga.
2. Ayah hanya bertugas berikhtiar mendidik anak-anak seoptimal mungkin. Hasil akhir adalah hak dan keputusan Allah.
3. Ayah, lebih baik lakukan kebaikan kepada anak kita apa adanya hari ini daripada berjanji melakukannya esok hari.
4. Yang lebih baik adalah bukan apa yang kita hapal dari ilmu pendidikan, tapi apa yang harus kita lakukan dari ilmu pendidikan.
5. Jika ayah sedang bermain dengan anak kita, maka jadilah anak-anak dan berpikirlah seperti orang dewasa.
6. Ayah, yakinlah bahwa ayah sedang memimpin sebuah keluarga yang anggota dan pemimpinnya bukan malaikat. So, jangan takut salah ya yah.
7. Semua orang setuju dengan keyakinan ayah bahwa mendidik anak harus diawali dengan dasar keimanan kepada Allah.
8. Yah, terima kasih sudah menentukan kepastian tujuan pendidikan anak kita, karena sesungguhnya kepastian tujuan adalah titik awal dari sebuah keberhasilan.
9. Yah, ternyata semua masalah anak-anak akan selesai kalau kita berusaha mengatasi, bukan memecahkannya.
10. Yah, kekuatan dan keberhasilan mendidik anak bukanlah ayah atau ibu, tapi adalah ayah dan ibu.
11. Tanggung jawab utama kita dalam mendidik anak ternyata adalah kita harus berusaha saling mencintai terlebih dahulu.
12. Semua persoalan mendidik anak tidak dapat kita selesaikan dengan hanya membicarakannya, tapi kita harus mencobanya.
13. Yah, yang kita perlukan sekarang dalam mendidik anak adalah melakukan perubahan, bukan merencanakan perubahan.
14. Ayah pasti lelah dalam mendidik anak-anak, tapi yakinlah yah, bahwa sabar itu tidak berbatas, karena di atas sabar pasti ada sabar lagi.
15. Yah, berhati-hatilah dengan pagi hari, karena ketika kita memulai pagi di rumah tangga dengan bahagia, yakinlah sepanjang hari itu akan bahagia.
Sumber: Buku 365 Pesan Penting Ibu untuk Ayah dalam Mendidik Anak
2. Ayah hanya bertugas berikhtiar mendidik anak-anak seoptimal mungkin. Hasil akhir adalah hak dan keputusan Allah.
3. Ayah, lebih baik lakukan kebaikan kepada anak kita apa adanya hari ini daripada berjanji melakukannya esok hari.
4. Yang lebih baik adalah bukan apa yang kita hapal dari ilmu pendidikan, tapi apa yang harus kita lakukan dari ilmu pendidikan.
5. Jika ayah sedang bermain dengan anak kita, maka jadilah anak-anak dan berpikirlah seperti orang dewasa.
6. Ayah, yakinlah bahwa ayah sedang memimpin sebuah keluarga yang anggota dan pemimpinnya bukan malaikat. So, jangan takut salah ya yah.
7. Semua orang setuju dengan keyakinan ayah bahwa mendidik anak harus diawali dengan dasar keimanan kepada Allah.
8. Yah, terima kasih sudah menentukan kepastian tujuan pendidikan anak kita, karena sesungguhnya kepastian tujuan adalah titik awal dari sebuah keberhasilan.
9. Yah, ternyata semua masalah anak-anak akan selesai kalau kita berusaha mengatasi, bukan memecahkannya.
10. Yah, kekuatan dan keberhasilan mendidik anak bukanlah ayah atau ibu, tapi adalah ayah dan ibu.
11. Tanggung jawab utama kita dalam mendidik anak ternyata adalah kita harus berusaha saling mencintai terlebih dahulu.
12. Semua persoalan mendidik anak tidak dapat kita selesaikan dengan hanya membicarakannya, tapi kita harus mencobanya.
13. Yah, yang kita perlukan sekarang dalam mendidik anak adalah melakukan perubahan, bukan merencanakan perubahan.
14. Ayah pasti lelah dalam mendidik anak-anak, tapi yakinlah yah, bahwa sabar itu tidak berbatas, karena di atas sabar pasti ada sabar lagi.
15. Yah, berhati-hatilah dengan pagi hari, karena ketika kita memulai pagi di rumah tangga dengan bahagia, yakinlah sepanjang hari itu akan bahagia.
Sumber: Buku 365 Pesan Penting Ibu untuk Ayah dalam Mendidik Anak
Subscribe to:
Posts (Atom)






