Wednesday, April 16, 2014

Quotation ~ by Dr. Taufiq el Hakim

Berikut ini quotation yang dikutip dari sebuah buku yang memuat terjemahan karya seorang sastrawan besar Muslim Mesir yang sukses menggemparkan jagat sastra Eropa.


>> Jangan bersedih atas apa yang tidak bisa kau dapatkan, jangan membenarkan apa yang tidak mungkin terjadi.

>> Hidup di dunia ini tidak ada hakikat yang pasti. Apa yang kita katakan kebaikan, keindahan, keadilan, kebebasan, tidak lain adalah hal-hal yang jika terus bertambah, akan berubah menjadi sesuatu yang baru yang menjadi kebalikannya. Semakin jauh jarak kebebasan berjalan, ia akan berubah menjadi perbudakan. Demikian pula keadilan, semakin jauh ia menuju puncak, akhirnya ia berubah menjadi kezhaliman. Juga keindahan yang sudah melampaui batas akan berubah menjadi buruk, dan kebaikan berubah jadi kesesatan. Bahkan, batas-batas geografis di dunia ini pun tidak tetap.

>> Jika Timur terus memanjang sampai ujung, serta merta ia berubah menjadi Barat. Keindahan bulan dan bintang-bintang yang selalu didendangkan oleh para penyair pun berganti menjadi teror yang menyakitkan jika jaraknya berubah. Tak ada hakikat-hakikat yang tetap dalam hidup di dunia ini. Segala sesuatunya jauh dan berjarak. Mana hakikat dalam diri kita, dalam cermin cekung itu? Cermin ini memantulkan citra-citra yang berbeda dari kenyataan yang sebenarnya.

>> Saat jarak antara diri kita dengan cermin itu semakin jauh, citra yang kita dapat semakin berubah, yang baik menjadi buruk. Kebenaran berada di luar cermin cekung itu! Sangat jauh.

>> Kita hidup di dunia ini bukan karena kehendak kita, dan kita pun tidak bisa membebaskan diri dan keluar dari kehidupan ini dengan kehendak sendiri.

>> Sesungguhnya perempuan lebih luas dan lebih misterius dibanding beberapa hal di dunia ini. Perempuan laksana dunia. Manusia tidak tahu bagaimana cara mengerti hatinya, dan tidak pula cara menguasainya.

>> Cinta laksana dawai hati yang mengalun. Setiap kali akal memainkan satu dawainya, nada itu akan semakin bertambah.

>> Cinta adalah puisi. Makna-maknanya keluar dari hati, keindahannya akan sirna jika dalam napasnya disisipi akal.

>> Cinta adalah kabar yang berasal dari hati, kemudian akal mempertanyakan dan membantahnya. Tetapi, hati tetap percaya pada kabar itu dan bersikukuh memberitakannya. Dan hati pun siap menanggung akibat atas pemberitaan itu.

>> Ide lahir kemudian mati, atau mati sebelum sempat lahir ke dunia ini seperti miliaran ide manusia yang lain, yang memukul-mukul miliaran batok kepala manusia, bermiliar kali dalam miliaran peluang.

POLITIK CAPRICORNICA & ARIESENTIS

POLITIK CAPRICORNICA & ARIESENTIS


Hehehe, postingan kali ini ngga' banget deh. Ini asli bener-bener iseng, biz baca buku 'Petualangan Wartawan GeJe Jay & Wilow' Seri 'Diktator Galau', di lembar-lembar terakhir ada Horoscopolitica. Bukan bermaksud percaya zodiac alias ramalan bintang lho ini, tapi sekedar meramaikan euphoria akhir-akhir ini yang kental politik. Meski Bunga & Uda Amril bukan Caleg & bukan pengurus parpol tertentu, sekali lagi niy cuma iseng doang, mau ngulik tentang karakter kami andai berpolitik (sambil ngebayangin jadi caleg, wkwkwk) berdasarkan tgl & bln lahir (asli ngakak bacanya). Lagipula postingan ini gak menyebut partai tertentu. Langsung aja, Ini tanggapan horoscopolitica tentang Bunga (Capricornica) & Uda Amril (Ariesentis):


Capricornica (Bunga, 8 Januari), begini nih kata buku tsb:

Kepraktisan anda sehari-hari membuat anda terkesan sering dalam aura pengiritan, namun life must go on, anda cukup aman dalam kondisi gonjang-ganjing politik. Kurangi mengeluh ya, jangan terlalu hati-hati meletupkan ambisi anda, supaya nggak kayak pesimis. Setiap mempertimbangkan sesuatu lamanyaaaa, makdarit, kalau sedang berpikir jangan sambil berdiri, nanti disarangi laba-laba, dan orang separtai tertidur pulas di meja rapat.

Anda senang dan juga sebal dengan setiap tawaran baru, karena anda perlu waktu untuk mikir lagi dan mikir lagi yang lama karena takut kecewa, padahal anda nggak suka membuang-buang waktu. Haduh, hindari kalau ada tawaran jadi Ketua Partai (wkwkwkwk :D pasti tuh), Anda bisa stres karena mikirin uangnya pasti banyak tapi harus cepat ambil keputusan di waktu-waktu tak terduga.

Kadang bisa juga Humoris, teguh pada keyakinan, bisa dipercaya, bisa kerja sendiri dan bagus juga kerja dalam tim, selalu merasa mampu menghadapi tantangan. Kehebatan anda terletak pada imajinasi tak terbatas, lumayan bisa memprediksi sekaligus mengantisipasi yang akan terjadi di masa depan, penuh inovasi dan kemajuan, nah pakailah orang lain untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Ini saat yang tepat menyumbangkan ide untuk teman yang sedang meniti karier sebagai politikus :D

Mobil yang cocok untuk beraktivitas: Sierra Denali 2500HD





Ariesentis (Uda Amril, 24 Maret)

Nggak perlu terlalu defensif dalam hidup ini, kebanyakan orang nggak terlalu peduli juga. Hindari rasa curiga yang berlebihan pada orang terdekat dan juga dengan sesama anggota partai (walau yang ini dikit-dikit sih perlu), ini membuat anda cepat emosi dan anggota partai yang lain jadi ikut-ikutan heroik. Kalau Pak Ketum menyampaikan kesalahan anda, belajarlah menerima, jangan malah marah-marah dengan bahasa campur-campur. Jangan heran kalau Pak Ketum ikutan emosi menyiram teh ke wajah anda, karena pak Ketum ternyata juga Aries (wkwkwkwk).

Anda sosok pionir yang membuat banyak teman mengikuti, anda juga sosok pemberani, dinamis, percaya diri dan memiliki bakat kepemimpinan yang alamiah. Ketangguhan anda menghadapi wartawan dan lawan politik adalah modal penting untuk mengangkat citra partai. Keteguhan untuk selalu membela diri dan membela partai, membuat karier anda menanjak pesat.

Mobil yang cocok untuk beraktivitas: Chevrolet Corvette

Wednesday, April 2, 2014

Protokoler Kemahasiswaan (Catatan Ringkas KPM Unpad)

Korps Protokoler Mahasiswa Unpad merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang keprotokolan yang memiliki harapan agar mampu melahirkan protokoler-protokoler intelek dan profesional. Protokol merupakan hal yang sangat signifikan dan perlu diperhitungkan dalam implementasi keduniawian, hal inilah yang selalu menjadi motivasi bagi KPM Unpad agar tetap survive dan eksis di kampus Unpad tercinta. Sungguh bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang protokol yang handal, memerlukan waktu yang cukup lama, keinginan yang keras, usaha yang tiada henti, dan juga kesabaran tingkat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa dalam dunia keprotokolan, bukan hanya ada aspek formal, disiplin, tertata rapi, tegas mengikat, tetapi disertai dengan aspek santai, fleksibel, dan having fun... ~ Quoted by: Yayu Rahayu Ruhimat


Sejarah Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Padjadjaran (KPM Unpad)

KPM Unpad berdiri pada hari Senin tanggal 18 April 2000 di kampus Unpad Dipati Ukur. KPM Unpad merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang masih berstatus sebagai kelompok kegiatan mahasiswa yang terdapat di Unpad. Organisasi ini dulu bernama KPMUP yang merupakan unit termuda yang hadir di antara unit-unit kegiatan mahasiswa yang sudah ada di lingkungan Unpad. Walaupun demikian, secara historis kegiatan protokol di Unpad sudah ada secara dogmatis seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran pada tahun 1957 dengan dipelopori oleh Drs. Soleh Soemirat, MS, Prof. Ben Hikayat, SH, dll.

Di penghujung tahun 1999, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam protokoler mahasiswa Unpad (masih berstatus sebagai tim khusus di bawah koordinasi Sekretariat Rektor) membentuk badan pekerja yang bertugas untuk mempersiapkan UKM yang kelak bernama Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang diberi nama tim pemrakarsa KPMUP. Tim tersebut terdiri dari:
Ketua: Ade kadarisman (Fikom eks.99);
Sekretaris: Nuri Agus Ramdhani (FE'97);
Anggota:
Hendro Tri (Faperta D3 '96); R.Chandra (Faperta '98); Nicky Yuniffer (FH'98); Wendi Rachman (FKU '98); Ira S. Alfiana (FE'98); Marlia (Fikom '98), Lianty Septiany (Fikom '98), Neng Alia (FH'96).

Dan selanjutnya merekalah yang disebut sebagai pendiri KPM Unpad. Selama kurang lebih 6 bulan melakukan persiapan-persiapan baik teknis maupun non teknis, akhirnya dalam kesempatan audiensi dengan Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan, Prof.Dr.H.A.Djojo Saefullah,Drs,MA pada tanggal 10 April 2000 berdirilah KPMUP.

KPM Unpad merupakan UKM yang bertujuan mewadahi mahasiswa/i Unpad yang memiliki minat di antaranya dalam bidang Event Organizer, MC/pembawa acara, dan kegiatan keprotokolan lain, juga dalam rangka mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Unpad. Saat sekarang ini, KPM Unpad tengah berkembang secara progressif seiring dengan datangnya tawaran-tawaran kerjasama dari pihak eksternal Unpad.


Syarat-syarat Petugas Protokol:

1. Disiplin dan loyalitas tinggi.
2. Pengelolaan yang efektif, koordinatif, dan berwibawa.
3. Mengerti standar perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.
4. Menghayati bidang tugasnya.
5. Menguasai segala permasalahan dalam standar operasional.
6. Memiliki kemampuan kerjasama dalam suatu tim.
7. Memiliki wawasan.
8. Memiliki penampilan, etika, dan kemampuan berbahasa yang baik.


Trisatya KPM Unpad

1. Menjadi Protokoler mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Senantiasa disiplin, cerdas dalam pikiran dan tindakan, serta memegang teguh peraturan organisasi sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
3. melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, serta mengoptimalisasikan diri untuk kepentingan organisasi, almamater, bangsa, dan negara.

Sekilas Portofolio Kegiatan KPM Unpad

1. Sidang Terbuka Senat Unpad dalam Rangka Dies Natalis.
2. Sidang Terbuka Senat Unpad dalam Rangka Wisuda.
3. Sidang Terbuka Senat Unpad dalam rangka Pengukuhan Guru Besar.
4. Sidang Terbuka Senat Unpad dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru.
5. Musyawarah Besar Ikatan Alumni.
6. Peresmian-peresmian In-Officio Rektorat.
7. Seminar-seminar, Diskusi Panel, Simposium, Lokakarya.
8. Kegiatan-kegiatan partisipasi Lembaga-lembaga Intern Unpad.
9. Undangan partisipasi MC.
10. Beberapa Acara Nasional, Acara Kenegaraan, dll.
11. MTQ Mahasiswa Nasional VIII, dll
12. Protokol acara Kunjungan beberapa Tokoh Nasional dan Internasional ke Unpad.
13. Acara-acara kedaerahan yang dilaksanakan oleh komunitas mahasiswa Unpad (yang berasal dari beberapa daerah tertentu).
14. Dan lain sebagainya.

Catatan Bunga: Walaupun hanya dalam hitungan bulan mengikuti kegiatan KPM di Unpad Dipati Ukur, cukup banyak wawasan keprotokolan yang saya dapatkan, terutama bahwa protokol itu bukan hanya sekedar menjadi MC, tapi ada banyak elemen protokol lainnya, seperti LO (Liaison Officer), dsb. Sebetulnya sedih juga gak bisa aktif lama d KPM karena banyak bentrok dengan kegiatan fakultas dan jurusan. Namun bersyukur di Pemkab Batang Hari, Bunga sempat mengikuti diklat keprotokolan (materi diklatnya dapat dibaca di postingan sebelumnya). ^_^

Taken From: Manual Book of Ekspektasi KPM Unpad

Tuesday, March 25, 2014

Wawasan Keprotokolan (Untuk Tugas Keprotokolan Aparatur Pemerintah di Instansi Terkait)


Wawasan Keprotokolan yang dibutuhkan antara lain:

Peran, Fungsi, dan Tugas Protokol
Keprotokolan di lingkungan Pemerintah secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan dalam rangka mengatur dan atau mengurus tata kehidupan pejabat (Pejabat Negara dan Pejabat Eselon I) sesuai dengan norma yang berlaku untuk mendukung kelancaran pelaksaan tugas dan kewajibannya.

Kapan seseorang melakukan kegiatan protokol?

1. Di dalam rumah tangga.
2. Di tempat bekerja.
3. Di Lingkungan Tempat Tinggal.
4. Dalam acara-acara kependidikan.
5. Dalam berbagai Acara Kunjungan Kenegaraan.
6. Dalam hubungan antar negara, dan berbagai acara resmi lainnya


Dasar Hukum Keprotokolan:

1. Persetujuan Internasional: Konvensi Wina Tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik, Konvensi Wina Tahun 1963 tentang Hubungan Konsuler.

2. Peraturan Nasional: UU No.9 Thn 2010 ttg Keprotokolan, PP No.62 Thn 1990 ttg Ketentuan Keprotokolan mengenai Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan. UU No.37 Thn 1999 ttg Hubungan Luar Negeri, Keppres No.32/1971 tentang Protokol Negara, dll.


Dasar Non Yuridis: Berupa adat istiadat kebiasaan setempat, nilai sosial dan budaya, asal timbal balik/resiprositas, kaidah agama, dan common sense 9logika umum)

Tujuan Protokol berdasarkan Pasal 3 UU No.9 Tahun 2010:

1. Memberikan penghormatan kepada Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Perwakilan Negara Asing, dan atau organisasi internasional, serta tokoh masyarakat tertentu, dan atau Tamu Negara sesuai dengan kedudukan dalam negara, pemerintahan, dan masyarakat.

2. Memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, dan teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik secara nasional, maupun internasional.

3. Menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan antar bangsa.


Tugas Protokol:
Memberikan pelayanan resmi kepada pimpinan agar mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan suatu acara atau upacara. Protokol dituntut mampu secara terampil, tanggap, dan profesional dalam penanganan penyelenggaraan acara atau upacara. Protokol juga bertugas mengkoordinasikan dan menyelaraskan semua aspek pendukung dalam berbagai hal yang berkaitan dengan suatu acara atau upacara, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik dan lancar serta efektif dan efisien.



Kualifikasi MC/Announcer Acara Resmi dan Teknik Pembawa Acara

Pengertian Acara menurut UU No.9/2010 tentang Keprotokolan:
1. Acara Kenegaraan, termuat dalam Pasal 1 ayat 2
2. Acara Resmi, termuat dalam pasal 1 ayat 3.

Pembawa Acara atau announcer/MC mempunyai tugas mengantarkan acara-acara yang telah tersusun dengan berurutan dan teratur ke hadapan hadirin/audience.

Pembawa Acara bertanggung jawab atas lancarnya acara, harus mampu mengatur, berkoordinasi, membagi tugas, dll.

Tugas Pokok Pembawa Acara:
1. Bertugas mengumumkan acara yang akan berjalan, sehingga dibutuhkan pengetahuan dan penguasaan terhadap keseluruhan acara yang akan berlangsung, dibutuhkan pengetahun dan penguasaan etika serta tata bahasa.

2. Bertugas menarik perhatian hadirin untuk mengikuti jalannya acara baik secara visual maupun non visual.

3. Bertugas mengatasi hambatan (jika ada) selama berjalannya acara, dengan demikian, seorang pembawa acara harus peka dan tanggap terhadap suatu masalah, dapat mengisi kekosongan acara, dan menguasai massa dan hadirin.


Teknik Membawakan Acara:
1. Menguasai Acara.
2. Memperhatikan pronounciation, artikulasi, intonasi dalam berbahasa, serta berhati-hati dalam pelafalan kata-kata asing.
3. Suara yang memadai/mumpuni, sehingga dapat menjangkau seluruh audience.
4. Menguasai teknik Pengaturan Nafas,
5. Kepribadian yang terjaga selama membawa acara.
6. Penggunaan alat pengeras suara baik ketika on air atau pun off air.
7. Harus bersikap terbuka agar mampu menerima kritik.
8. Disiplin.
9. Self Confidence.
10. Berpakaian yang sesuai dengan ketentuan selaku pembawa acara.
11. Berdo'a demi kelancaran acara yang dibawakan.


Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sesuai dengan UU No.09 Tahun 2010.

Tata Upacara Bendera dalam Penyelenggaraan Acara Kenegaraan dan Acara Resmi meliputi: Tata urutan dalam upacara bendera, tata bendera negara dalam upacara dalam upacara bendera, tata lagu kebangsaan dalam upacara bendera, dan tata pakaian dalam upacara bendera.

Selengkapnya dapat mendownload UU No.9 Tahun 2010.


Koordinasi Penyiapan Acara Kunjungan

->> Kunjungan ke daerah pada umumnya merupakan pelaksanaan dari tahapan persiapan secara menyeluruh yang dilakukan oleh Unit Kerja Kantor atau petunjuk langsung Pimpinan.

->> Kunjungan Pimpinan ke Daerah pada dasarnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah selaku tuan rumah.


Kategori VVIP dan VIP

VVIP:

1. Presiden RI (RI-1)
2. Isteri/Suami Presiden RI (RI-3)
3. Wakil Presiden RI (RI-2)
4. Isteri/Suami Wakil Presiden RI (RI-4)
5. Tamu Negara


VIP:
1. Pimpinan Lembaga Negara.
2. Menteri.
3. Gubernur.
4. dan Pejabat lainnya

Selanjutnya, Rapat Koordinasi dengan unsur-unsur terkait, menjadi acuan dalam pelaksanaan kunjungan.

Status Kunjungan:

1. Kunjungan Kerja: Rapat Dinas, Peresmian Proyek, Musyawarah nasional/Daerah.
2. Peninjauan: pabrik, proyek-proyek pembangunan, inspeksi mendadak.
3. Kunjungan Pribadi/incognito: acara pribadi, acara keluarga, dll.

Beberapa status kunjungan tersebut mempunyai persiapan fasilitas yang berbeda-beda.


Etika dan Etiket Kepribadian Protokoler

Meliputi: Etika berbusana, Etika berperilaku, Etika berbicara, dan Etika selama acara berlangsung.

Contoh Etika Berbusana: Berbusana rapi, resmi, tidak memakai perhiasan mencolok, menggunakan sepatu pantofel yang tidak menimbulkan bunyi ketika melangkah, dll.

Secara detail dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

1.Pengertian etika protokol

Etika protokol adalah nilai-nilai, norma-norma atau kaidah-kaidah, ukuran-ukuran yang berupa aturan-aturan tatanan yang harus ditaati dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi pengaturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.

Etika bertujuan meneliti tingkah laku manusia yang dianggap merupakan cerminan dari apa yang terkandung dalam jiwa atau dalam hati nuraninya.

2.Posisi Etiket keprotokolan
-> Al-Qur’an Dan Hadist (kebenaran dunia akhirat)
-> Etika dan Filsafat (kebenaran manusia secara universal)
-> Norma-Norma (kebenaran perspektif budaya)
-> Hukum/Aturan (kebenaran sosial/negara)
-> Etiket/Tata sopan Santun (kebenaran relatif)

3.Definisi Etiket
Etiket asal kata dari perancis “etiquette” yaitu tata sopan santun atau kartu undangan atau label dalam suatu kemasan.
Pengertian luas etiket “etalase” yaitu objek/seseorang sehingga sangat penting dalam membentuk citra seseorang atau sebuah lembaga.

Etiket terkait dengan pergaulan manusia, yang mengandung arti “tata krama”,”sopan santun” dan “tata tertib”. Etiket berkonotasi dengan sesuatu yang indah, cantik atau estetika.

4.Perbedaan Etika dan Etiket

1.Etika
Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan namun memberi norma pada perbuatan itu sendiri, selalu berlaku tanpa batas ruang dan waktu atau bersifat universal, bersifat absolut/mutlak dengan sanksi yang jelas, dan menyangkut hidup manusia fisik dan non fisik (dunia akhirat).

2.Etiket
Etiket menyangkut suatu perbuatan yang harus dilakukan manusia, hanya berlaku dalam pergaulan manusia, bersifat relatif, dan hanya memfokuskan perhatian pada manusi dari segi lahiriah.


*Dari Berbagai Sumber

Tips: Jika Otak Butuh Sentakan Cepat, maka.... ;)




Baca Buku Nonsense!!!


Jika otak perlu sentakan cepat, luangkan waktu beberapa menit untuk membaca buku nonsense (buku kategori fantasi ringan), contohnya Alice in Wonderland atau The Cat in the hat, atau kalo contoh buku2 Indonesia: 'Jangan Panggil Aku Kitty', 'The Lost Syambel', dll. :D

Dan....jawaban yang anda cari mungkin mendadak muncul di kepala. Dalam sebuah studi baru, orang-orang yang baca kisah absurd menunjukkan peningkatan secara signifikan (bermakna)dalam kemampuan mengenali pola tersembunyi, sejenis kemampuan penting untuk segala sesuatu, dari menganalisa data sampai membaca bahasa tubuh halus dari orang lain.

Mengapa membaca buku nonsense membantu kita membuat pemikiran yang lebih baik tentang dunia riil? "Karena pikiran mencari makna dalam apa pun yang ditemui", jelas periset. Semakin sedikit yang ditemukan, otak akan semakin keras mencari, apakah dalam literatur atau dalam hidup.



Taken From: Aura

Monday, March 24, 2014

Sang Orator & 'Organization Man': Ustadz Anis Matta*

*Kutipan Tulisan Sitaresmi S. Soekanto tentang Anis Matta dengan sedikit modifikasi tanpa mengubah esensi
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Tidak banyak orang yang menguasai dua keahlian sekaligus yakni dalam hal kefasihan berbicara dan kepiawaian menulis. Biasanya jika seseorang pandai menulis, ia kurang lancar bertutur kata. Sebaliknya seseorang yang fasih berbicara, boleh jadi kurang lancar menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Namun Anis Matta memiliki kelebihan dalam dua jenis keterampilan tersebut. Beliau bukan hanya piawai menulis, melainkan juga memiliki kefasihan berbicara bahkan hingga taraf kemampuan 'membakar' semangat massa yang mendengarkannya. Gagasan-gagasan brilian dan segar Anis Matta menunjukkan bahwa beliau memiliki prospek dan kualifikasi untuk menjadi pemimpin muda bangsa ini.


Kelebihan lainnya yang dimiliki Anis Matta adalah walaupun Anis Matta tidak pernah menjadi murid langsung di halaqah Ustadz Hilmi Aminuddin, dengan menjadi Sekjen sejak 1998 hingga 2013 dari 4 Presiden hingga kemudian menjadi Presiden salah satu Partai Dakwah papan atas (baca: PKS), maka praktis Ustadz Hilmi secara langsung telah menjadi mentor politik dan dakwah bagi seorang Anis Matta. Anis Matta dari generasi ke-2 Tarbiyah memiliki kemampuan untuk mem-breakdown taujih Ustadz Hilmi dan membahasakannya secara populer serta membumikan dan mengimplementasikannya dalam bentuk aksi-aksi atau kerja-kerja konkret di lapangan.

Anis Matta disebut Prof. Burhan sebagai 'Organization Man' yang merintis karier politiknya dari seorang kader menjadi Sekjen selama 4 periode Kepresidenan PKS, sebelum akhirnya menjadi Presiden PKS. Anis Matta disebut Prof. Burhan sebagai contoh 'par excellence' dari pekerja partai yang bekerja penuh sehingga meninggalkan jabatannya di DPR-RI.

Dalam hal merintis karier dari bawah secara berjenjang hingga menjadi pucuk pimpinan partai, Anis Matta menempuh jalur yang mirip dengan jalur karier Presiden Leonid Brezhnev dan Kruschev, Presiden Obama dan Presiden RRC Hu Intao, maka bukan tidak mungkin karier politik seorang Anis Matta akan berujung pada karier menjadi seorang Presiden Republik Indonesia.

Dalam hal Orasi Anis Matta, Prof. Burhan Magenda menyatakan bahwa narasi dari orasi seorang pemimpin partai sangat penting sebagai bekal untuk menyusun program dan platform partai.



Saturday, March 22, 2014

Lindok - Lindok

Lindok lindok … candonyo hari …
Buruang balam … hinggok di sarang …
Usah diarok yo diarok, usah dinanti …
Denai lah larek, yo larek di rantau urang – 2x

Lindok lindok … candonyo hari …
Buruang bangau … tabang mandayuah …
Sakik jo sanang, yo jo sanang manimpo diri …
Hati nan ramuak, indak ado urang nan tahu – 2x

Lindok lindok … candonyo hari …
Buruang balam … hinggok di sarang …



*Lagu Minang

Tuesday, March 18, 2014

INDIVIDU RESILIEN


Dalam tinjauan psikologi, sebagaimana dituturkan oleh Ari Pratiwi, S.Psi, M.Psi, kemampuan individu untuk beradaptasi dan tangguh menghadapi situasi sulit dikenal sebagai resiliensi.

Semula resiliensi adalah kosakata dalam ilmu fisika yang bermakna kembali ke bentuk semula setelah dibengkokkan, ditekan, atau direnggangkan. Ini sekaligus menggambarkan kondisi seseorang yang resilien. Masalah atau kesulitan apa pun yang dihadapi seseorang tak membuatnya hancur, dia akan kembali tegar seperti sedia kala.

Secara lebih detail digambarkan bahwa individu yg resilien memiliki karakteristik:

1. Insight. Kemampuan untuk memahami dan memberi arti pada situasi, orang-orang di sekitar dan nuansa verbal maupun nonverbal dalam komunikasi. Mereka mampu bertanya dan menjawab dengan jujur.

2. Kemandirian. Kemampuan untuk mengambil jarak secara emosional maupun fisik dari sumber masalah dalam hidup seseorang. Kemandirian membuatnya bisa bersikap tegas, sekaligus optimis pada masa depan.

3. Hubungan. Kemampuan membangun hubungan yang jujur, saling mendukung, dan berkualitas bagi kehidupan.

4. Inisiatif. Mampu bersikap proaktif dan bertanggung jawab dalam pemecahan masalah. Selalu berusaha memperbaiki diri dan menganggap berbagai masalah sebagai tantangan.

5. Kreativitas. kemampuan memikirkan berbagai pilihan, konsekuensi, dan alternatif dalam menghadapi tantangan hidup. Melibatkan imajinasi, mereka bisa memecahkan masalah dengan sumber daya yang tersedia.

6. Humor. Kemampuan melihat kehidupan dari sisi terang, bisa menertawakan diri sendiri dan menemukan kebahagiaan dalam situasi apa pun.

7. Moralitas. Kemampuan berperilaku atas dasar hati nurani hingga mereka mampu mengatasi kepentingan diri sendiri dalam membantu orang lain.

Taken From Majalah Ummi Edisi Spesial 01_2014

Pertanyaannya: sudah resilien-kah kita??? ;)