Thursday, December 11, 2014

Behind The Screen ~ Speech Contest...

Sebagai salah satu cabang yang dilombakan dalam rangkaian Lomba Peringatan Hari Ibu, Lomba Pidato wajib diikuti setiap organisasi wanita yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Batang Hari, baik DWP, ormas, organisasi keislaman, dan lain sebagainya. Salah satu persayaratan dari cabang ini adalah yang berhak dan wajib berpidato adalah Ketua dari masing-masing organisasi wanita. Jika diwakilkan, maka akan mengurangi perolehan poin penilaian.

Pada rapat DWP Dinas ESDM dalam rangka persiapan Lomba dan penentuan delegasi berbagai Lomba dari DWP ESDM beberapa waktu lalu, Ibu Ketua DWP ESDM secara langsung di forum tersebut, meminta saya untuk membuatkan sebuah naskah pidato. Sesuai dengan tema yang disiapkan oleh panitia lomba, yakni: 'Peran Ibu dalam Pembangunan Menuju Keluarga Sejahtera', maka saya memberi judul naskah pidato tersebut: “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera.”

Lomba dilaksanakan pada tanggal yang telah ditentukan. Untuk menjaga agar Lomba tetap fair, maka pengumuman pemenang dibacakan segera setelah peserta dengan nomor undian 53 tampil (ada 53 peserta yang mengikuti Lomba Pidato tahun ini). Alhamdulillah meski belum berhasil meraih 3 besar, ibu ketua DWP ESDM diumumkan sebagai Juara Harapan III (baca: Peringkat 6 dari 53 peserta). Lumayan lah, hehehe, meski behind the screen, saya ikut happy dengan hasil ini, berarti saya gak kalah jauh dibanding para penulis naskah pidato yang udah lebih senior dan berada di balik para Ketua yang meraih 5 besar. Berikut ini saya posting pidato sederhana yang saya susun untuk ibu Ketua DWP Dinas ESDM Kabupaten Batang Hari:
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PIDATO KETUA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS ESDM
PADA LOMBA PIDATO TINGKAT KABUPATEN BATANG HARI
PERINGATAN HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN
KE-15 TAHUN 2014

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Yang terhormat, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Batang Hari
Yang terhormat, Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu-ibu Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Batang Hari,
Para pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan Anggota Dharma Wanita Persatuan pada semua tingkat kepengurusan...

Pada kesempatan yang berbahagia dan penuh berkah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan untuk melanjutkan ibadah dan sekelumit aktivitas bermanfaat di negeri Serentak Bak Regam, Kabupaten Batang Hari tercinta ini. Tak lupa pula sholawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad S’AW yang telah memuliakan para ibu, sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam keluarga.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk menyampaikan sepatah dua kata, sebuah pidato singkat yang berjudul, “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera*.”

Hadirin yang berbahagia...

Dalam era kemerdekaan yang dimulai dengan perjuangan kebangkitan bangsa, hingga semakin terasanya era globalisasi dewasa ini, membuka peluang lebar bagi setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berperan untuk kepentingan bangsa. Termasuk kaum perempuan sebagai Ibu, atau pun calon ibu, serta tak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita dengan karier cemerlang serta kemandirian finansial.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Banyak karya, sumbangsih, dan berbagai perbuatan baik yang dapat diberikan kepada bangsa, banyak kesempatan yang dapat ditunjukkan oleh kaum perempuan dalam pembangunan, salah satunya dengan menjadi ibu profesional.

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa salah satu definisi kata “profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sehingga bukan hal yang mustahil apabila muncul seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu serta menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya karena ia melakukannya berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu kalimat dahsyat, “Jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi, tunggulah titik kehancurannya.”

Ibu profesional digambarkan sebagai sosok ibu pembelajar yang penuh percaya diri dan berwawasan ke depan, membanggakan bagi keluarganya, serta memprioritaskan partisipasinya dalam pembangunan sumber daya manusia, dalam hal ini anak-anaknya, dengan menitik beratkan pada HOW TO EDUCATE CHILDREN, atau ilmu dasar mendidik anak.

Seorang ibu profesional akan berusaha untuk memahami perkembangan anak-anaknya secara fisik dan psikologis, memahami ilmu tentang keterampilan dasar anak, baik secara emosi maupun spiritual, melatih kemandirian dan life skill anak sejak dini, serta memahami bahwa semua anak adalah cerdas. Dengan demikian setiap anak dalam keluarga dengan peran ibu profesional, akan menjadi bintang, terwujud tunas-tunas bangsa berkualitas, sumber daya manusia yang tak hanya cerdas dan mandiri, namun menjadi anak bangsa yang sukses. Ibu profesional yang berhasil, akan mengantarkan anak-anaknya menjadi para pelaku pembangunan di masa depan. Sehingga terwujud keluarga bahagia karena peningkatan kesejahteraan yang pesat, di masa kini, dan nanti.

Ibu-Ibu, dan hadirin yang saya muliakan....
Sebagaimana kita tahu, untuk menjadi seorang sarjana, kita butuh waktu 6 tahun untuk menamatkan SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, dan minimal 4 tahun kuliah, untuk mendapatkan gelar sarjananya. Serta Untuk menjadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter, dan gelar profesi lainnya, kita butuh 2 tahun lagi mengikuti sekolah profesi, pegabdian, dan sebagainya. Tetapi untuk menjadi seorang ibu profesional? dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun-tahun kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang predikat sebagai ibu profesional. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan seorang ibu. Apalagi jika ibu tersebut ingin menjadi profesional dalam perannya sebagai ibu yang membawa keluarganya menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.

Nah, hadirin yang berbahagia, jika semua orang ingin sekolah tinggi-tinggi demi gelar, profesi, pekerjaan, dan sebagainya, maka sungguh mengherankan, mengapa kebanyakan orang begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi seorang ibu profesional? Dengan kata lain, profesional sebagai ibu bagi anak-anaknya, bagi keluarganya, dan bagi masyarakatnya. Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sangat berharga ini, mari kita tilik penggalan puisi goresan Kahlil Gibran tentang anak...
“Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik zamannya,
Kau boleh berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
walaupun dalam impian,”

Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orang tua, terutama Ibu, adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menghadapi masa depannya. Meskipun anak-anak adalah pribadi yang suka bermain di masa kecil mereka, tetapi dalam hal mendidik mereka, tidak bisa “main-main”. Butuh keseriusan orang tua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh profesionalitas ibu dalam mendidik mereka.

Karena itu saya menghimbau para Ibu, untuk bersemangat menjadi ibu profesional. Jika memiliki anak perempuan, berikan pendidikan kepada anak-anak perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat mereka menjadi ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu ibu yang baik, akan melahirkan suatu keluarga yang sejahtera. Satu generasi ibu yang baik, maka akan memberikan kesuksesan dalam pembangunan karena para penerusnya berkualitas.

Para Ibu Profesional, Calon Ibu Profesional, dan Hadirin yang berbahagia..
Di akhir pidato singkat saya ini, saya berharap kita semua dapat sama-sama bersemangat dan mengerahkan upaya terbaik kita untuk mengembalikan fungsi ibu sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak dan keluarganya, bisa berperan sebagai manager keluarga, menjadi pribadi yang mandiri secara finansial, tanpa harus melalaikan kewajiban dalam mendidik anak. Senantiasa meningkatkan budi pekerti mulia dalam keluarganya, serta menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Jika hal itu terwujud, saya yakin, dalam setiap keluarga, akan maksimal dan optimal Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Menuju Keluarga Sejahtera di Kabupaten Batang Hari tercinta ini.

Mengakhiri pidato ini, saya mengucapkan Selamat Hari Ibu dan Selamat Hari Ulang Tahun ke-15 Dharma Wanita Persatuan; semoga organisasi Dharma Wanita Persatuan semakin kokoh dalam mengemban visi dan misinya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Muara Bulian, November 2014


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Dikutip, dikembangkan, dan disusun dari beberapa bahan bacaan (kata-kata adalah buah dari membaca) dan dari berbagai sumber oleh Bunga Mardhotillah, S.Si, M.Stat ^_^


Intermezzo: Ternyata statistisi juga bisa bikin naskah pidato lho. (emang sih, di Bappeda pas jaman Kabid lama, sempat 2 kali diminta untuk membuat naskah pidato (expose & Pidato Sambutan suatu Acara). Pas pergantian Kabid baru, gak pernah diminta bikin naskah pidato lagi, sebenarnya jadi kurang terasah kemampuan saya karenanya. Dan....Alhamdulillah Nov-Des 2014 ini teruji kembali skill tersebut, asssiiikk :D ). Selanjutnya saya akan mencoba menyiapkan naskah pidato Ketua Panitia Musda Salimah Batang Hari yang insyaAllah akan diselenggarakan beberapa hari lagi, meski bukan saya ketua panitianya. Hm, behind the screen lagi dehhh... :)

Sunday, December 7, 2014

Tips Memberkahkan Tamasya...

A. Jelang Tamasya:
1. Meniatkan kegiatan tamasya untuk tujuan ibadah.
2. Mensosialisasikan niat itu kepada seluruh keluarga atau rombongan yang hendak bertamasya bersama.
3. Memusyawarahkan rencana tamasya yang hemat biaya dan tepat sasaran.
4. Membangun komitmen bersama dlm rangka mencapai tujuan dari tamasya tersebut sebagaimana sudah diniatkan di awal.
5. Membiayai tamasya dari sumber-sumber pembiayaan yang halal.
6. Mengawali perjalanan dengan membaca basmalah dan do'a safar.


B. Saat Tamasya
1. Mengisi tamasya dengan kegiatan-kegiatan menghibur yang diperbolehkan (mubah) menurut syari'ah.
2. Tidak mengabaikan kewajiban sholat lima waktu atau pun kewajiban-kewajiban yang lain.
3. Melakukan hal-hal yang berpotensi memperkuat makna kebersamaan dan memperkokoh tali persaudaraan.
4. Menjadikan tamasya sebagai media mendapatkan inspirasi dan motivasi baru supaya lebih giat lagi dalam melakukan kebaikan dan perubahan selepas masa liburan.
5. Mengindahkan tata tertib dan kebersihan lingkungan.
6. Pulang dengan meninggalkan kesan baik kepada semua pihak yang terkait selama bertamasya.


C. Selepas Tamasya
1. Menjadi pribadi yang lebih baik, meningkat kecerdasannya, baik dalam aspek spiritual, emosional, intelektual, sosial, finansial, ataupun yang lain.
2. Lebih rajin menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan sosial.
3. Semakin giat bekerja dan berkarya.
4. Lebih optimis dan penuh suka cita dalam menjalani hidup.
5. Semakin matang dalam berpikir dan bertindak.
6. Lebih aktif dan terbuka terhadap upaya-upaya pembaruan dan perubahan.


Taken From: Noor

Sunday, November 30, 2014

TIPS: Teknik Menyenandungkan Nasyid dengan Baik...

Bagi para nasyider yang baru merambah dunia nasyid, berikut ini ada sedikit tips untuk bersenandung dengan baik. Semoga bermanfaat.

1. Rutinkan Latihan pernapasan. Pernapasan saat bersenandung dengan pernapasan biasa tentu jauh berbeda. Prinsip pernapasan saat melantunkan lagu/nasyid adalah: menghirup udara secepat dan sedalam mungkin, lalu mengeluarkannya sehemat mungkin dan lama. Pernapasan diafragma akan lebih banyak menyimpan udara.

2. Olahraga dapat meningkatkan kualitas suara.

3. Usahakan tubuh relaks setiap berdendang.

4. Akurasi pelafalan/pelantunan tangga nada.

5. Usahakan bagian tenggorokan terbuka lebar.

6. Membiasakan istirahat yang cukup dan banyak meminum air putih.

7. Pada saat tampil, kaki tidak rapat agar seimbang.

8. Mulut usahakan terbuka lebar, minimal dapat masuk 3 jari.

9. Melatih vibra dengan sering-sering melantunkan nada-nada tinggi/bait-bait reff.

10. Latih pita suara untuk melantunkan nada tinggi dengan keyboard sebagai patokan.

11. Sering minum teh hangat untuk melemaskan pita suara.

12. Minum madu/lemon/jeruk nipis hangat.

13. Berusaha untuk menambah range oktaf suara.


*Dari Berbagai Sumber...

Si Uda Ikut Gerak Jalan dalam Rangka HUT Kab. Batang Hari ke-66

Semangat banget si Uda Amril tersayang ikutan gerak jalan. Di baris depan lagi, barisan Dinas ESDM rapi euy :) Berikut ini foto-foto si uda dan Bapak2/Ibu2, rekan-rekan Dinas ESDM:


Ini Start dari Depan Lapangan Garuda:



Ini beberapa foto yang oke pas lagi di sekitaran Simpang Rengas Condong & BBC:








Do'a untuk Orang yang Pulang Haji...

Hal yang sering terlupakan saat menyambut kedatangan jamaah haji adalah mendo'akan mereka. Di samping meminta do'a dari mereka, hendaknya kita juga mendo'akan mereka, sebagaimana yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad S'AW ketika mendo'akan orang yang haji. Beliau berdo'a:

Allahummaghfir lilhaaji wa liman istighfaro lahul hajju...

"Yaa Allah, berilah ampunan pada orang yang haji, dan (berilah pula ampunan) kepada orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji." (HR. Baihaqi, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan al Khatib, Hakim berkata, "Hadits ini shahih atas syarat Muslim").


Makna do'a ini adalah kita memohon kepada Allah SWT agar mengampuni orang yang baru saja melaksanakan haji itu, yakni ampunan yang menjadikan hajinya sebagai haji yang mabrur. Dan, semoga Allah SWT juga mengampuni orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji tersebut.

Secara tersirat, do'a yang diajarkan Nabi Muhammad S'AW di atas memberi pesan kepada kita agar meminta istighfar`kepada orang yang haji, agar kita termasuk dalam do'a tersebut. Adapun zhahir pesan tersebut berlaku untuk semua waktu. Namun, Imam Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin menyebutkan riwayat dari sahabat Umar R'A, ia berkata, "Orang yang haji diampuni dan begitu pula orang yang dimintakan ampun olehnya pada bulan Dzulhijjah, Muharram, Shafar, dan tanggal dua puluh dari bulan Rabi'ul Awal."

Jadi, kesunnahan meminta do'a kepada orang yang haji akan habis pada tanggal dua puluh dari bulan Rabi'ul Awal. Ibnu Rajab menambahkan, "Jika kedatangannya ke tanah airnya terlambat dari waktu tersebut, maka (anjuran itu berlaku) sampai kedatangannya ke tanah airnya."

Sumber: Buku Saku Do'a

Saturday, November 29, 2014

Keyza & Sekelumit Hal-hal Unik....


Anak-anak selalu menyenangkan. Tiap anak pasti membawa segudang keunikan dalam dirinya. Begitu pula dengan Keyza. Di antaranya masalah susah tidur. Sesampai di Muara Bulian, malamnya keyza gak bisa tidur mpe jam 2 malem, terus begitu selama 4 hari berturut-turut. Kata temen2 di kantor, anak2 kalo di tempat baru, pasti awalnya susah tidur :). Alhamdulillah di hari ke-5 keyza bisa tertidur lelap setelah aku nina bobokkan dengan lagu 'Bunda'. Setiap malam harus nyanyi 'Bunda' dulu 3 kali, baru dech keyza tidur nyenyak. Efeknya, keyza jadi hapal lagu 'Bunda' dech.



Selain masalah susah tidur di awal-awal proses adaptasi keyza di Muara Bulian, keyza juga susah makan. Makannya dikiiit banget, maunya pakai beras solok, jadilah kami beli beras solok ke temen yang nyetok. Tapi masalah gak selesei sampe di situ. Keyza masih aja sulit makan, walaupun lauknya udah teramat sangat enak. Pusing jadinya. Akhirnya ada solusi dari mama, nasi putihnya ditaburi garam halus. Anak-anak sulit makan nasi karena mereka kan gak suka sambel, nasinya hambar/tawar. Kalo nasinya dikasi garam, jadi ada rasa enak di nasi. Dan bener aja, setelah ditaburi garam halus, keyza jadi sering minta tambah nasinya. Terseleseikan masalah ke-2.


Selain dua masalah di atas, soal pakaian keyza juga mengusik pikiranku. Hampir semua baju-bajunya bertipe 'you can see', baik gaun ataupun kaos atasan. Ada celana pendek & kaos2 lengan pendek. Akhirnya aku mampir ke toko temen yang menjual baju-baju muslimah untuk anak. Aku beli beberapa pasang rok+atasan, dan gaun. Tapi ternyata kepanjangan rok nya, untungnya aku bisa beberapa skill jahit menjahit, diajarin adik nenekku yang tukang jahit (baca: nek elly) pas aku SD & SMP di masa-masa masih tinggal sama nenek. Kalo soal mendekin baju, jahit kancing baju yang lepas, mendekin gordent, taplak meja, dll insyaaAllah dengan jahit tangan aja aku bisa. Alhasil baik baju muslimah, baju seragam keyza, rok jeans lembut, dan semua baju keyza yang kepanjangan, dah dipendekin. Pokoknya soal jahit menjahit ini tak luput dari perhatianku, bahkan di rumahku di Muara Bulian, ada mesin jahit merk singer, lumayan bikin baju-baju buat di rumah (daster yg modelnya lurus-lurus aja), atau ngejaitin baju piyama buat misua, tapi aku perlu belajar lagi nih, biar bagus hasilnya, hehehe.


Kalo soal ngemil, cemilan kesukaanku, pasti keyza juga suka. Jadi seru deh, skrg ada temen ngemil di rumah, secara si uda kan gak suka ngemil. Dan cucu perempuan ibu mertuaku, ya, cuma keyza satu-satunya. Yang laen cowok semua. Jadi ibu mertua selalu menitipkan perihal sholat & mengaji al Qur'an nya keyza padaku. "Tolong didisiplinkan" pesan beliau. Ditambah lagi hapalan surat pendeknya. Keyza rada males menghapal, tapi kalo ngapalin lagu, cepet banget. Sampe-sampe tontonannya harus diseleksi, karena beberapa stasiun TV kerap mempertontonkan kemesraan orang dewasa di jam-jam anak-anak ada di rumah. Lagu-lagu pembuka sinetron di televisi juga dewasa banget, kasian anak-anak yang suka membeo, jadi melafalkan kata-kata yang tidak sesuai umurnya...


(To Be Continued)

Alhamdulillah, 'Trio' Delegasi Salimah Tampil Lumayan @ Singing Contest...

Muara bulian - 26 November 2014, Trio utusan Salimah Batang Hari tampil mengesankan pada Lomba Nyanyi dalam Rangka Peringatan Hari Ibu dan HUT DWP 2014. Selaku pendamping (Bertugas sbg Pelatih Vokal Amatiran, hunting kostum/seragam peserta, Juru Rias, sekaligus sie Dokumentasi), aku cukup berbangga. Coz Sebagai pendatang baru di Lomba Nyanyi (di tahun2 sebelumnya Salimah gak ikutan Lomba Nyanyi), Salimah cukup membuat audience terpukau. Pesertanya adalah para junior anggota baru Salimah (baca: baru direcruit 3 pekan sebelum Hari H Lomba Nyanyi). Mereka bertiga (baca: Marfu'ah, Wery, dan Yulia) pinter-pinter & kreatif. Baru diajarin sekali dua kali lagunya, langsung nyambung. Lagu daerah yang dijadikan lagu wajib di Lomba kali ini kurang begitu populer. Untungnya ada di laptop-ku. Lagu pilihannya juga lagu jadul (ini para junior pada belum lahir deh kayaknya pas lagu pop ini booming). Pas nge-rias aku juga gak nyangka hasilnya bisa lumayan, secara, aku kalo make up buat diri sendiri kadang gak sukses, hehehe. Aku jadi pede buat nge-rias, coz dulunya pernah ada senior yang pas pelantikannya (jadi kasubbag) datang ke rumah minta dirias. Make up kit ku emang lumayan lengkap, coz biasanya kalo ada nikahan saudara, aku coba coba make up sendiri. Senengnya pas Salimah ikut Lomba, gak perlu lagi ke salon. Make up kit ku insyaaAllah dijamin halal semua dech. Hm, pokoknya Alhamdulillah banget, bisa jadi pendamping yang cukup baik buat para peserta, yang alhamdulillah-nya juga pada semangat. hari itu aku ditugaskan oleh Ketum Salimah Batang Hari untuk jadi pendamping peserta, bareng mba' toty. Aku bertanggung jawab utk urusan dalam negeri (riasan & dokumentasi), sedangkan mba' toty utk urusan luar negeri (Konsumsi & beli-beli segala sesuatu yang dirasa kurang) ^_^


Lombanya diadakan di Ruang Kaca pada Rumah Dinas Bupati Batang Hari. Diadakan selama 2 hari (hari pertama di ruang kaca, hari ke-2 di pendopo Rumah dinas Bupati). Salimah tampil di hari pertama. Karena Salimah kebagian no.undian 28 dari sekitar 50-an peserta, jadinya tampilnya sekitar jam 2 siang (lewat malah). Paginya udah make up, begini nih setting-an awal:







jam 12.30 diumumkan utk istirahat, kami sholat di mushola rumah dinas bupati batang hari, setelah itu make up lagi, jadinya pesertanya sepakat mengkreasikan kerudungnya, jadi begini:





sebenernya bagusan model kerudung yang awal, sesuai dengan prinsip Salimah. Tapi namanya juga masih unyu unyu, jadi para junior ini mengkreasikan sendiri kerudungnya, dan mereka maunya begitu tuh...


Selanjutnya, tibalah aksi panggung mereka, aku bertugas sebagai fotografer & mba' toty sbg videografer, jadi aksi panggung mereka ini juga ada video-nya. Tapi sebagai koleksi Salimah aja, gak dipublikasikan:









Tuesday, November 18, 2014

Keimanan, Manajemen Waktu, & Tholabul 'ilmiy (3 in 1 Materi Dauroh Tarqiyyah)

Narasumber: Ir. Anti Yosefa

KEIMANAN

Kehidupan dunia tabi'atnya selalu berubah, tidak ada sesuatu pun yang tetap di dunia ini. Segala yang tetap adalah di surga. Masalah akan muncul ketika segala sesuatu tidak sesuai keinginan. Jika tidak memahami kehidupan, maka tidak akan siap dalam hidup.

Bagaimana menjadi orang yang siap dalam setiap keadaan? Adalah dengan memperkokoh keimanan (imunitas) kita. Orang luar biasa adalah bisa menjadikan masalah besar menjadi masalah kecil. Segala sesuatu berdasarkan bagaimana kita memandangnya. Seringkali seseorang dihancurkan oleh pikirannya sendiri. Jika pikiran buruk disimpan dan dicerna oleh otak, akan sulit dihapus dan jadi beban bagi diri sendiri. Sebenarnya hidup setiap orang bahagia dengan segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Yang membuat jadi tidak bahagia adalah persepsi kita. Di dalam Al Quran, banyak sekali janji Allah pada orang beriman, salah satunya dalam QS. Muhammad ayat 2. Iman membuat segalanya jadi mudah. Dalam berdakwah, jika kita menganggap diri kita penting, maka insyaaAllah kita akan benar-benar menjadi orang penting. Di dalam QS. Al-Anfal 74, disebutkan orang yang benar-benar beriman adalah orang yang berjihad dan orang-orang yang suka menolong orang lain.


MANAJEMEN WAKTU

Dengan manajemen waktu yang berbeda, tiap orang akan mendapatkan hasil berbeda pula. Waktu adalah uang, waktu adalah pedang (Jika tidak berhati-hati, akan menghancurkan kita). Dua nikmat yang seringkali membuat kita tergelincir: nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Jangan terlalu banyak istirahat, karena dunia bukanlah tempat istirahat, melainkan tempat mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Manajemen waktu efektif:

1. Bersegera.
2. Menentukan prioritas.
3. Melakukan perencanaan.


THOLABUL 'ILMIY

Allah SWT lebih mencintai 1 orang ahli ilmu dibanding 1000 orang ahli ibadah. Menuntut ilmu adalah Hasanah dan khazanah. Jika berniat menuntut ilmu karena Allah, maka seluruh semesta akan mendo'akan agar kita berhasil. Usahakan setiap ibadah yang kita laksanakan adalah berlandaskan ilmu, dan mantapkan ilmu dengan berbagai amalan yang diridhoi Allah...