Friday, April 10, 2009

Tidur Rasulullah

Bagi yang mengalami sulit tidur, cobalah mengambil hikmah dari tidur Rasulullah S’AW yang merupakan tidur yang ideal dan sempurna karena bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis. Hadits Rasulullah mengatakan, “Bila kamu hendak tidur, hendaklah berwudhu seperti akan sholat, kemudian berbaringlah pada sisi kanan dan berdoa, ‘Ya Allah, aku serahkan urusanku padaMu serta aku berlindung padaMu dg mengharap pahalaMu dan takut hukumanMu. Tiada tempat berlindung kecuali perlindunganMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan dan NabiMu yang Engkau utus.’ Jika kamu mati, maka kamu mati dalam keadaan fitrah.” (HR. Bukhari-Muslim dari al-Barra bin Azib).
Rasulullah mulai tidur di awal malam kemudian bangun lagi untuk menggosok gigi dan berwudhu untuk sholat tahajjud. Waktu tidur yang demikian menyebabkan organ-organ fisik mendapat kesempatan untuk istirahat yang cukup, seimbang dengan aktivitas kerja jantung dan otak. Rasulullah tidak pernah mengurangi jatah tidur yang diperlukan tubuh, tapi juga tidak melebihi dosis yang diperlukan.
Rasulullah tidur miring ke kanan. Sebelum tidur, beliau biasanya berdzikir kepada ALLAH SWT hingga mata beliau terpejam.Beliau tidak langsung tidur bila perutnya masih penuh dengan makanan dan minuman. Artinya, bila beliau hendak tidur, tidak makan sampai kenyang. Rasulullah tidak tidur di atas kasur tebal melainkan di atas selembar kulit hewan yang dilapisi tikar dari daun kurma.
Rahasia medis dari posisi dan cara tidur Rasulullah itu telah diungkapkan para ilmuwan. Mereka menemukan banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain membantu pencernaan, mengistirahatkan kerja jantung, memberi porsi yang memadai bagi organ tubuh untuk istirahat.
Suatu ketika Rasulullah berjalan melewati seorang laki-laki yang tidur tengkurap di dalam masjid. Lalu beliau membangunkan lelaki itu, sambil berkata, ”Bangun, duduklah. Cara tidurmu tadi adalah cara tidur ahli neraka.”
Gangguan tidur akan bisa diobati dengan mengikuti tidur cara Rasulullah, yang menjamin manusia dapat tidur dalam keadaan jiwa yang tenang.
Karena kita telah menyerahkan persoalan hidup dan pribadi kita kepada Allah SWT. Kalimat tauhid dan doa yang diucapkan sebelum tidur menjadi obat tidur paling mujarab. Karena doa dapat menenangkan hati, memantapkan keyakinan, serta mencegah hati dari perasaan cemas dan prasangka buruk.

Sumber: Majalah Alia

1 comment:

  1. kenapa kita selama ini lupa dengan cara tidur rasul ini ya?

    semoga selalu ingat. aamiiin

    ReplyDelete