Cenderung lelah di tengah olahraga? Beristirahatlah. Anda akan mendapatkan energi lagi dan berat badan turun lebih banyak. Bukti: Dalam sebuah studi, orang-orang yang istirahat 20 menit di antara olahraga 2 kali 30 menit membakar lebih banyak lemak dibanding yang olahraga 60 menit. Istirahat mengisi ulang energi pada mekanisme tubuh untuk membakar lemak, membuatnya lebih kuat pada sesi/ronde berikutnya.
Sumber: Media Wanita Aura
Tuesday, December 3, 2013
Waktu Terbaik Minum Kopi...
Waktu terbaik minum kopi ternyata bukan pagi sesudah bangun tidur seperti yang umum dilakukan kebanyakan orang. Menurut sebuah laporan baru dalam blog NeuroScienceDC, zat kimia tubuh utama yang berefek pada khasiat kopi adalah kadar hormon stress cortisol di dalam tubuh. Semakin banyak cortisol di saat itu, kita punya semakin banyak energi alamiah. Disarankan minum kopi di saat kita mengalami penurunan kadar cortisol dalam aliran darah.
Kadar cortisol memuncak antara pukul 08.00 dan pukul 09.00. Kemudian memuncak lagi antara siang sampai pukul 13.00 dan antara pukul 17.30 dan 18.30, tulis Steven Miller, mahasiswa doktoral neuroscience.
Di pagi hari, kopi anda kemungkinan akan paling efektif diminum antara pukul 09.30 dan 11.30, ketika kadar cortisol turun sebelum naik lagi berikutnya.
Minum kopi sepanjang hari bisa memboroskan puncak alertness (berpikir dan bertindak cepat) yang diatur oleh kadar cortisol, yang juga terkait dengan alertness. Cortisol mengatur jam tubuh sehingga orang-orang merasa lebih segar, tidak mengantuk. Jika minum kopi pada jam kadar cortisol paling tinggi, kita berisiko mengembangkan toleransi terhadap kafein, membuat kafein kurang efektif dan kita perlu lebih banyak kopi lagi.
Sementara itu, laporan dari National Health Service, Inggris, menyatakan, riset menunjukkan, waktu paling umum energi turun adalah pukul 14.16, di mana pekerja merasa tak bisa berkonsentrasi di siang hari. Sehubungan dengan ini, Food Republic menyimpulkan, pukul 14.16 waktu terbaik untuk minum kopi.
Riset terkini menemukan, konsumsi kafein untuk jangka panjang dapat menyebabkan perubahan riil di otak. Menurut Forbes, sebuah studi yang diterbitkan tahun 2012 menunjukkan, pada tikus laboratorium, konsumsi kafein mengurangi inflamasi yang terkait dengan gangguan kognitif ringan. Menurut periset, ini bisa membantu melindungi otak dari dementia, penyakit Alzheimer, dan Parkinson.
Taken From: Media Wanita Aura
Kadar cortisol memuncak antara pukul 08.00 dan pukul 09.00. Kemudian memuncak lagi antara siang sampai pukul 13.00 dan antara pukul 17.30 dan 18.30, tulis Steven Miller, mahasiswa doktoral neuroscience.
Di pagi hari, kopi anda kemungkinan akan paling efektif diminum antara pukul 09.30 dan 11.30, ketika kadar cortisol turun sebelum naik lagi berikutnya.
Minum kopi sepanjang hari bisa memboroskan puncak alertness (berpikir dan bertindak cepat) yang diatur oleh kadar cortisol, yang juga terkait dengan alertness. Cortisol mengatur jam tubuh sehingga orang-orang merasa lebih segar, tidak mengantuk. Jika minum kopi pada jam kadar cortisol paling tinggi, kita berisiko mengembangkan toleransi terhadap kafein, membuat kafein kurang efektif dan kita perlu lebih banyak kopi lagi.
Sementara itu, laporan dari National Health Service, Inggris, menyatakan, riset menunjukkan, waktu paling umum energi turun adalah pukul 14.16, di mana pekerja merasa tak bisa berkonsentrasi di siang hari. Sehubungan dengan ini, Food Republic menyimpulkan, pukul 14.16 waktu terbaik untuk minum kopi.
Riset terkini menemukan, konsumsi kafein untuk jangka panjang dapat menyebabkan perubahan riil di otak. Menurut Forbes, sebuah studi yang diterbitkan tahun 2012 menunjukkan, pada tikus laboratorium, konsumsi kafein mengurangi inflamasi yang terkait dengan gangguan kognitif ringan. Menurut periset, ini bisa membantu melindungi otak dari dementia, penyakit Alzheimer, dan Parkinson.
Taken From: Media Wanita Aura
Monday, December 2, 2013
Siapa yang Akan Dikabulkan Do'anya?
1. Orang yang sungguh-sungguh dalam meminta.
2. Orang yang mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a, Allah malu jika tidak mengabulkan do'a orang itu.
3. Do'a orangtua kepada anak.
4. Do'a guru kepada murid.
5. Musafir.
6. Do'a orang yang dizhalimi.
2. Orang yang mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a, Allah malu jika tidak mengabulkan do'a orang itu.
3. Do'a orangtua kepada anak.
4. Do'a guru kepada murid.
5. Musafir.
6. Do'a orang yang dizhalimi.
Hidupku MilikMu ~ by. Ebiet G. Ade
Ketika aku mencari cahayaMu
menerobos lewat celah dedaunan
Besilangan semburatMu dalam kabut
Aku terpaku, aku terpana,
aku larut di dalam nyanyian burung-burung
Gemuruh di dadaku
sirna bersama keheningan rimba raya
Ketika aku mendengar suaraMu
Bergema di ruang dalam jiwa,
mengalir sampai ke ujung jemari
Aku mengepal, aku tengadah
Rindu yang aku simpan membawa aku terbang,
menjemput bayang-bayang
Senyap ditelan keheningan rimba raya
Apapun t'lah aku coba dan tak henti bertanya
Setiap sudut, setiap waktu tak surut 'ku mencari
Ke mana, di mana aku lepas dahaga?
Kepada siapa aku rebah bersandar?
Tak mungkin kubuang
rindu yang semakin dalam bergayut
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu
hm hm
Ke mana, di mana aku lepas dahaga?
Kepada siapa aku rebah bersandar?
Tak mungkin kubuang
rindu yang semakin dalam bergayut hm
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu
ho ho ho ho
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu
ho... hanya untukMu
Lirik di-copas dari : KapanLagi.com
Sunday, December 1, 2013
Mengatasi Penyebab Kebosanan Anak dalam Menghafal Al Quran
Faktor Penyebab Kebosanan Anak dalam Menghafal Al Quran adalah sbb:
1. Kecanggihan teknologi yang didapatkan anak dapat menghancurkan motorik anak. Mulai dari TV, video, komputer, gadget, yang menyebabkan kemunduran dan melemahnya kemampuan pendengaran pada orang dewasa maupun anak-anak secara merata. Ini juga karena bahwa menghafal Al Quran pertama kali sangat mengandalkan kemampuan pendengaran yang mengakibatkan sedikitnya perhatian yang diberikan.
2. Beberapa pendidik mengklaim bahwa anak tidak harus tahu cara talqin (menuntun) dan menghafal tanpa pemahaman. Klaim ini kemudian membuat telinga menganga sampai-sampai sebagian orangtua khawatir proses talqin ini memiliki sebuah kelebihan. Sebenarnya talqin adalah salah satu sarana paling efektif dalam menghafal Al-Quran dan tidak bisa dilepaskan.
Langkah-langkah Operasional yang bisa Membantu Anak Menghafal Al Quran:
1. Mempersiapkan Anak untuk Hafal Al Quran.
2. Kenali sejauh mana kemampuan anak anda dalam menghafal.
3. Anak memulai hafalannya dari juz Amma.
4. Anak mendengarkan sampai juz yang sudah ditentukan dalam sehari melalui murattal digital 4-5 ayat dan orang tua berperan sebagai pengganti guru tahfiz.
5. Pada akhir pekan, kita bisa melihat ayat-ayat al-Quran sudah mulai melekat di benaknya.
6. Mengapresiasi anak.
7. Merayakan setelah anak berhasil menghafal satu juz.
8. Agar hafalan al-Quran tidak mudah hilang, maka kita harus menjaganya dengan murojaah secara berkesinambungan.
Sumber: Lambaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I)
Labels:
Ensiklopedi Al Qur' an,
Islamic View,
Parenting
Stars ~ The Cranberries...
The stars are bright tonight
And I am walking nowhere
I guess I will be alright
Desire gets you nowhere
And you are always right
And my, you are so perfect
Take you as you are
I'll have you as you are
I'll take you as you are
I love you just the way you are
I'll have you just the way you are
I'll take you just the way you are
Does anyone love the way they are?
The stars are bright tonight
A distance is between us
And I will be okay
The worst I've ever seen us
Still I have my weaknesses
Still I have my strengths
And still I have my ugliness
But I..
I love you just the way you are
I'll have you just the way you are
I'll take you just the way you are
Does anyone love the way they are? (x2)
Star, star...
Media Massa Internasional dan Konser Musik...
Kita mungkin sudah sama-sama tahu, media massa internasional dikuasai oleh Yahudi. Pimpinan umum Organisasi Pemberitaan di Inggris adalah orang yahudi. Milyuner Murdoch (seorang yahudi asal Australia) memiliki lima koran terbesar di Inggris. Ia juga memiliki satu satelit dan beberapa perusahaan penyiaran di Eropa. Di Amerika Serikat, yahudi menguasai semua jaringan media massa. Semua stasiun TV bergerak di bawah kendali yahudi. Demikian pula stasiun pemberitaan dan jurnalistik lainnya.
Media massa milik pemerintah di negara-negara dunia ketiga, di antaranya dunia Islam (Arab dan Non Arab), mengeluarkan ratusan juta dollar setiap tahunnya untuk membeli film-film yang bermutu rendah, untuk kemudian ditayangkan kepada masyarakat Muslim. Dan itu dilakukan untuk membius mereka.
Negara-negara Islam membayar ratusan juta dollar kepada para penyanyi, musisi, dan aktor, atau aktris. Negara-negara ini juga memberikan apresiasi dan motivasi yang besar bagi siapa saja yang bisa bernyanyi dengan menarik dan seterusnya. Di satu sisi, pemerintah sebuah negara mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk hal-hal gemerlap, di sisi lain, ada banyak rakyatnya yang kelaparan dan hidup dalam kemiskinan.

Bintang dunia hiburan dianggap sebagai bagian dari peransang narkoba, dan khamer (minum-minuman yang memabukkan). Seniman umumnya menjadi sesuatu yang merusak. Muncullah penyakit-penyakit seksual yang tersebar di kalangan mereka seperti Herpes, kencing nanah, dan terakhir AIDS.
Banyak aktris, dan seniman yang hidup dalam kesengsaran. Oleh karena itu, mereka sangat tergantung pada minuman keras dan narkoba. Apabila mereka tidak mendapatkannya, mereka bisa saja bunuh diri.
Hal yang sangat disayangkan sekali adalah sebuah pernyataan bahwa, “Sesungguhnya para penghirup kokain dan heroin banyak dari kalangan penyanyi. Fenomena ini berlaku untuk penyanyi laki-laki dan perempuan. Sebelum naik panggung, para penyanyi seringkali mengeluarkan sebuah kantung heroin dari dalam tasnya dan menciumnya tanpa peduli dengan orang-orang yang tidak menyukainya. Kemudian ia naik ke atas panggung dengan penuh energi.
Ringkasnya, media-media massa dan konser-konser musik memainkan peran yang besar dalam penjualan narkoba.
Masya Allah....
Sumber: Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I)
NB: Gambar diambil random dari google search engine...
Google+
Tips Mewujudkan Rasa Cinta dan Kasih Sayang antara Suami dan Istri...

1. Kedua belah pihak menjauhi ikatan atau akad tandingan dengan pihak lain dalam bentuk apa pun.
2. Kedua belah pihak menghindari sikap kritis yang dilakukan terus-menerus pada salah satu sifat yang melekat pada pasangannya.
3. Kedua belah pihak memuji pasangannya dengan cita rasa yang istimewa dan penuh ketakjuban.
4. Menghindari kritikan spontan ketika ingin memperbaharui sesuatu pada penampilan atau pakaiannya, dan mengubahnya dalam bentuk nasehat.
5. Tidak membanding-bandingkan antara hidangan yang tersedia dengan hidangan lain, misalnya masakan ibunya, saudara perempuannya, atau yang lainnya.
6. Tidak berlebih-lebihan memuji apa yang ada pada orang lain.
7. Kedua belah pihak memberikan hadiah secara berkala pada even-even tertentu.
8. Masing-masing tidak meremehkan pendapat pasangannya, dan tidak menghina pemikirannya.
9. Masing-masing tidak saling mengkritik atau menasehati di depan orang banyak.
10. Tidak melukai hati dengan kata-kata meskipun ketika marah.
11. Tidak mencela sesuatu yang lalai dilakukan dari kewajiban-kewajiban, serta tidak menganggap enteng pelaksanaannya.
12. Masing-masing meluangkan waktu untuk mengobrol dan mendengar pasangannya bicara.
13. Masing-masing menganggap kekurangan apa pun yang ada adalah tanggung jawab bersama.
14. Masing-masing mendengarkan nasehat pasangannya terhadap masalah yang dialami.
15. Masing-masing berusaha untuk tidak mengangkat suara ketika berdiskusi.
16. Siapa pun dari keduanya harus meminta maaf dengan halus kepada yang lain apabila jelas-jelas melakukan kesalahan.
17. Saling memperhatikan keadaan psikologis dan fisik pasangannya.
18. Saling memanggil dengan nama yang paling disukai pasangan.
19. Mengucapkan salam dan bermuka ceria ketika pulang ke rumah.
20. Masing-masing saling membangunkan untuk dzikrullah dan sholat malam, dll.
Buku Sumber: Membumikan Harapan (Keluarga Islam Idaman) Penulis: Sheikh Abu Al Hamd Rabee'
Hm, semoga Bunga & Uda Amril, dan readers semua bisa samara ya.... :))
Google+
Subscribe to:
Posts (Atom)



