Surah yg terdiri dari 69 ayat ini pada permulaan surahnya terlihat jelas bertujuan untuk mengingatkan tentang adanya fitnah (ujian) bagi orang yang telah menyatakan bahwa dirinya beriman.
Tanpa ujian, tidak dapat dibedakan siapa yg berhak mendapat surga Firdaus yg tertinggi & siapa yg berhak mendapatkan derajat surga yg paling rendah. Siapa yg berhak masuk surga setelah mengalami siksa? Di antara konsekuensi keadilan, Allah SWT memberikan ujian kepada hamba-hambaNya agar dapat dibedakan yang jahat dan yang baik. Allah SWT Memberikan ujian kepada manusia, agar manusia menyadari tentang dirinya, sehingga akan menjadi hujjah atasnya pada hari kiamat nanti. Firman Allah:
"Aku mengetahui, jika kamu ditempatkan pada posisi tertentu, maka kamu akan melakukan begini dan begitu... pergi dan masuklah kamu ke dalam neraka."
"...Maka sesungguhnya Allah Mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yg dusta." (Al-Ankabut: 3)
Jangan mengira dunia ini mudah & sepi masalah. Meskipun anda seorang mukmin, keimanan tidak akan membebaskan anda dari fitnah-fitnah dunia. Sebab setiap orang akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya dan pemahaman agamanya. Allah membutuhkan kesungguhan (mujahadah) kita dalam menghadapi ujian.
Di antara fitnah paling berbahaya yang ditampilkan dalam surat ini adalah fitnah dalam agama, yaitu ketika seorang muslim mendapat gangguan agar jauh dari agama Allah SWT.
Dan dalam surat ini juga disebutkan fitnah berupa tekanan kedua orang tua kepada anak mereka.
Di akhir surah terdapat sebuah ayat yang indah yang memberikan ketetapan (ketentraman) kepada kita bahwa fitnah itu adalah mudah. Dan sesungguhnya Allah akan memberikan hidayahNya kepada kita semua dan akan menolong kita dalam melewatinya/menghadapinya., dengan syarat kita melakukannya dengan penuh kesungguhan.
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Monday, January 5, 2015
Surat Yunus...
Surat ini membahas masalah pelik yg terjadi di kalangan banyak orang. Hal ini tercermin dlm bebrapa pertanyaan berikut ini:
1. Apakah manusia ini dipaksa (musayyar) atau disuruh untuk memilih (mukhayyar)?
2. Mengapa Allah Memberi hidayah kepada seseorang utk beriman dan tidak memberikannya kepada yang lainnya?
3. Mengapa Allah menyelamatkan si fulan dan membiarkan yang lainnya?
4. Rabbuna (Allah) telah menciptakan kita semua dan Dia Mengetahui apa saja yang kita perbuat. Dia juga memberikan ketentuan2 terhadap apa yang telah diciptakanNya. Lalu mengapa Dia akan menghisab kita pada hari kiamat?
5. Allah telah menentukan kepada sebagian manusia, bahwa mereka tidak mendapat petunjuk (hidayah), lalu kenapa harus beribadah kepada-Nya? Dan sebagian manusia ketika kita bertanya kepada mereka, mengapa kalian tidak sholat? jawab mereka, "nanti kalau Allah ta'ala menghendaki."
6. Jika memang Allah ta'ala menentukan, bahwa jika kita termasuk ahli surga atau ahli neraka, maka utk apa kita beramal?? karena meskipun kita berbuat amal baik, toh Dia tidak akan mengubah sedikitpun dari urusanNya?
Surat Yunus, mengajarkan bagaimana caranya memberikan jawaban kepada orang2 yg masih ragu, termasuk pada diri sendiri (jika masih ragu). Boleh jadi ada sebagian orang yang sampai pada keraguan hingga berpikiran bahwa Allah telah berlaku zhalim dg menentukan seseorang sbg ahli neraka (na'udzubillah)
Surat Yunus memberikan metode yg menakjubkan, yaitu tadabbur tentang alam & tafakkur thd hikmah Allah yg ada di dalamnya. Surat ini menjelaskan kepada kita bahwa semua yang ada di jagat raya ini merupakan bagian dari hikmah dan perencanaan Allah.
Tidak ada yang melontarkan banyak pertanyaan dan meragukan tentang hikmah Allah SWT, melainkan org yg tidak beragama & jauh dari ketaatan kepada-Nya. Mereka sengaja melontarkan pertanyaan-pertanyaan meragukan utk menyenangkan diri sendiri. Seseorang yang beragama & senantiasa melaksanakan perintah-Nya, tidak mungkin melaksanakan ketaatannya karena terpaksa. Surat Yunus menegaskan bahwa pada dasarnya penyakit yang menimpa mereka yang ragu-ragu adalah akibat kelalaian mereka terhadap ayat-ayat Allah & tidak memahami hikmahnya.
"Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Katakanlah: "Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar, dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)." (Yunus: 53)
"Sesungguhnya Allah tidak berbuat lalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yg berbuat lalim kepada diri mereka sendiri." (Yunus: 44)
Di sisi lain, ayat-ayat yang menegaskan bahwa pahala diberikan Allah kepada manusia bukanlah sesuatu yang sia-sia. Namun sesungguhnya ia adalah jaminan bagi orang yg berhak menerimanya.
"Bagi orang-orang yg berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya..." (Yunus: 26)
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
1. Apakah manusia ini dipaksa (musayyar) atau disuruh untuk memilih (mukhayyar)?
2. Mengapa Allah Memberi hidayah kepada seseorang utk beriman dan tidak memberikannya kepada yang lainnya?
3. Mengapa Allah menyelamatkan si fulan dan membiarkan yang lainnya?
4. Rabbuna (Allah) telah menciptakan kita semua dan Dia Mengetahui apa saja yang kita perbuat. Dia juga memberikan ketentuan2 terhadap apa yang telah diciptakanNya. Lalu mengapa Dia akan menghisab kita pada hari kiamat?
5. Allah telah menentukan kepada sebagian manusia, bahwa mereka tidak mendapat petunjuk (hidayah), lalu kenapa harus beribadah kepada-Nya? Dan sebagian manusia ketika kita bertanya kepada mereka, mengapa kalian tidak sholat? jawab mereka, "nanti kalau Allah ta'ala menghendaki."
6. Jika memang Allah ta'ala menentukan, bahwa jika kita termasuk ahli surga atau ahli neraka, maka utk apa kita beramal?? karena meskipun kita berbuat amal baik, toh Dia tidak akan mengubah sedikitpun dari urusanNya?
Surat Yunus, mengajarkan bagaimana caranya memberikan jawaban kepada orang2 yg masih ragu, termasuk pada diri sendiri (jika masih ragu). Boleh jadi ada sebagian orang yang sampai pada keraguan hingga berpikiran bahwa Allah telah berlaku zhalim dg menentukan seseorang sbg ahli neraka (na'udzubillah)
Surat Yunus memberikan metode yg menakjubkan, yaitu tadabbur tentang alam & tafakkur thd hikmah Allah yg ada di dalamnya. Surat ini menjelaskan kepada kita bahwa semua yang ada di jagat raya ini merupakan bagian dari hikmah dan perencanaan Allah.
Tidak ada yang melontarkan banyak pertanyaan dan meragukan tentang hikmah Allah SWT, melainkan org yg tidak beragama & jauh dari ketaatan kepada-Nya. Mereka sengaja melontarkan pertanyaan-pertanyaan meragukan utk menyenangkan diri sendiri. Seseorang yang beragama & senantiasa melaksanakan perintah-Nya, tidak mungkin melaksanakan ketaatannya karena terpaksa. Surat Yunus menegaskan bahwa pada dasarnya penyakit yang menimpa mereka yang ragu-ragu adalah akibat kelalaian mereka terhadap ayat-ayat Allah & tidak memahami hikmahnya.
"Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Katakanlah: "Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar, dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)." (Yunus: 53)
"Sesungguhnya Allah tidak berbuat lalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yg berbuat lalim kepada diri mereka sendiri." (Yunus: 44)
Di sisi lain, ayat-ayat yang menegaskan bahwa pahala diberikan Allah kepada manusia bukanlah sesuatu yang sia-sia. Namun sesungguhnya ia adalah jaminan bagi orang yg berhak menerimanya.
"Bagi orang-orang yg berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya..." (Yunus: 26)
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Surat An-Naml
Surat yang terdiri dari 93 ayat ini, berbicara tentang keunggulan peradaban dan pentingnya penguasaan rambu-rambu peradaban yg kuat, berupa ilmu, teknologi, kekuatan materi, dan kekuatan fisik untuk menegakkan ad-dienul Islam.
Surat ini menyampaikan pesan singkat kepada kita, "Wahai umat Muhammad, kamu tidak memperoleh penghargaan dan tidak akan mendapatkan peran istimewa di tengah berbagai umat, jika kamu tidak mempunyai peradaban yg istimewa di masamu."
Apabila surat Asy-Syu'ara menyampaikan pesan untuk berkonsentrasi pada publikasi dan media masa, maka surat An-Naml membawa pesan untuk berkonsentrasi pada keunggulan peradaban. Target kedua surat tersebut sama yaitu: "Pentingnya keunggulan & penguasaan faktor-faktor duniawi yg mengantarkan kaum muslimin menjadi istimewa & dpt mempengaruhi org lain."
Tokoh dalam Surat ini adalah Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam. Faktor-faktor keunggulan beliau adalah:
1. Menyadari nilai ilmu.
2. Estaveta generasi.
3. Penguasaan bahasa.
4. Tersedianya berbagai perangkat.
5. Manajemen yang baik.
6. Pelatihan.
7. Kedisiplinan dan ketegasan.
8. Afiliasi anggota pada misi/tugas yg diberikan.
9. Teliti dlm mentransfer berita.
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Surat ini menyampaikan pesan singkat kepada kita, "Wahai umat Muhammad, kamu tidak memperoleh penghargaan dan tidak akan mendapatkan peran istimewa di tengah berbagai umat, jika kamu tidak mempunyai peradaban yg istimewa di masamu."
Apabila surat Asy-Syu'ara menyampaikan pesan untuk berkonsentrasi pada publikasi dan media masa, maka surat An-Naml membawa pesan untuk berkonsentrasi pada keunggulan peradaban. Target kedua surat tersebut sama yaitu: "Pentingnya keunggulan & penguasaan faktor-faktor duniawi yg mengantarkan kaum muslimin menjadi istimewa & dpt mempengaruhi org lain."
Tokoh dalam Surat ini adalah Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam. Faktor-faktor keunggulan beliau adalah:
1. Menyadari nilai ilmu.
2. Estaveta generasi.
3. Penguasaan bahasa.
4. Tersedianya berbagai perangkat.
5. Manajemen yang baik.
6. Pelatihan.
7. Kedisiplinan dan ketegasan.
8. Afiliasi anggota pada misi/tugas yg diberikan.
9. Teliti dlm mentransfer berita.
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Surat At-Taubah...
Surat ini diturunkan pada saat masyarakat Islam telah mempersiapkan diri untuk melakukan ekspansi Islam dari jazirah Arab ke berbagai penjuru dunia. Ayat dalam surat At-Taubah berjumlah 129, dan termasuk surat terakhir yang diturunkan kepada Nabi S'AW secara keseluruhan, sebelum beliau menghadap sang Khaliq.
Surat ini diturunkan setelah perang Tabuk. Surat terletak di urutan setelah surat Al Anfal yang berbicara tentang perang Badar. Boleh jadi hikmahnya agar pembaca Al Quran dapat memahami kondisi berbeda di antara 2 peperangan tersebut, demikian pula dengan hukum-hukum yang terkait dengan keduanya serta metode Al Quran dalam membawakan cerita keduanya.
Perang Tabuk merupakan peperangan yg paling banyak mempertontonkan fenomena nifaq. Tatkala itu banyak dari kalangan org2 munafik yg ikut serta dlm peperangan bersama pasukan Islam. Mereka (orang-orang munafik) sengaja berada di belakang pasukan Islam. Demikian pula dengan sebagian umat Islam yg sengaja berada di bagian belakang pasukan karena faktor malas. Peperangan tsb ternyata dimenangkan oleh pasukan muslimin. Surat At-Taubah diturunkan utk memberikan komentar atas semua sikap tersebut.
Surat At-Taubah merupakan satu-satunya surat yang tidak diawali dengan bacaan Bismillahirrahmaanirrahim (basmalah). Adapun penyebab tidak disebutkannya kalimat basmalah di awal surat At-Taubah, berdasarkan pendapat mayoritas ulama, adalah karena surat ini berbicara tentang orang-orang kafir & orang-orang munafik. Mereka diharamkan dari kalimat basmalah dan makna kasih sayang yang terdapat di dalamnya.
Surat At-Taubah memiliki nama-nama yg lain, yaitu Al-Fadhihah (yang menelanjangi kejelekan) karena isinya menjelekkan sikap orang-orang munafik. Di dalamnya terdapat 55 sifat orang munafik yang mereka tunjukkan di masa Nabi S'AW. Dinamakan juga dengan surat Al-Kasyafah (penyingkap), karena ia menyingkap aib-aib orang kafir dan orang-orang yg enggan memberikan pembelaan pada Islam.
Surat At-Taubah dinamakan juga dengan As-Saif (pedang) karena mayoritas surat-surat al-Quran berisi panggilan berjihad, anjuran untuk pergi berperang, dan peringatan keras bagi orang yg enggan (berpaling) dari peperangan. Dengan demikian, ia merupakan surat yg sangat keras. Lalu timbul pertanyaan, mengapa surat ini dinamakan surat At-Taubah?
Surat At-Taubah berisikan penjelasan mengenai adanya puncak interaksi hamba dengan Allah SWT. Hal itu mengandung pengertian bahwa ia selalu mengembalikan segala urusan hidupnya kepada Allah. Ia berserah diri kepada-Nya, menghindari perbuatan dosa & maksiat kepada-Nya.
Lalu apa hubungan surat At-Taubah dg sifat orang-orang munafik dan orang-orang musyrik dg anjuran untuk berjihad?
Surat ini merupakan dakwah terakhir yg ditujukan kepada umat manusia. Ia diturunkan sebelum penutup al Quran dan sebelum Rasulullah pulang ke haribaan Tuhan SWT. Surat ini berisikan peringatan (ancaman) keras terhadap orang2 kafir & orang2 munafik, serta ajakan terhadap orang2 mukmin utk melakukan pembelaan terhadap agama mereka.
Meskipun surat ini membicarakan keburukan org2 kafir & org2 munafik, namun banyak ayatnya yg tetap mengajak mereka agar segera bertaubat kpd Allah SWT. Bisa dilihat dari firman Allah SWT berikut ini yang disebutkan secara berulang:
"...Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka..." (At-Taubah: 74)
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Surat ini diturunkan setelah perang Tabuk. Surat terletak di urutan setelah surat Al Anfal yang berbicara tentang perang Badar. Boleh jadi hikmahnya agar pembaca Al Quran dapat memahami kondisi berbeda di antara 2 peperangan tersebut, demikian pula dengan hukum-hukum yang terkait dengan keduanya serta metode Al Quran dalam membawakan cerita keduanya.
Perang Tabuk merupakan peperangan yg paling banyak mempertontonkan fenomena nifaq. Tatkala itu banyak dari kalangan org2 munafik yg ikut serta dlm peperangan bersama pasukan Islam. Mereka (orang-orang munafik) sengaja berada di belakang pasukan Islam. Demikian pula dengan sebagian umat Islam yg sengaja berada di bagian belakang pasukan karena faktor malas. Peperangan tsb ternyata dimenangkan oleh pasukan muslimin. Surat At-Taubah diturunkan utk memberikan komentar atas semua sikap tersebut.
Surat At-Taubah merupakan satu-satunya surat yang tidak diawali dengan bacaan Bismillahirrahmaanirrahim (basmalah). Adapun penyebab tidak disebutkannya kalimat basmalah di awal surat At-Taubah, berdasarkan pendapat mayoritas ulama, adalah karena surat ini berbicara tentang orang-orang kafir & orang-orang munafik. Mereka diharamkan dari kalimat basmalah dan makna kasih sayang yang terdapat di dalamnya.
Surat At-Taubah memiliki nama-nama yg lain, yaitu Al-Fadhihah (yang menelanjangi kejelekan) karena isinya menjelekkan sikap orang-orang munafik. Di dalamnya terdapat 55 sifat orang munafik yang mereka tunjukkan di masa Nabi S'AW. Dinamakan juga dengan surat Al-Kasyafah (penyingkap), karena ia menyingkap aib-aib orang kafir dan orang-orang yg enggan memberikan pembelaan pada Islam.
Surat At-Taubah dinamakan juga dengan As-Saif (pedang) karena mayoritas surat-surat al-Quran berisi panggilan berjihad, anjuran untuk pergi berperang, dan peringatan keras bagi orang yg enggan (berpaling) dari peperangan. Dengan demikian, ia merupakan surat yg sangat keras. Lalu timbul pertanyaan, mengapa surat ini dinamakan surat At-Taubah?
Surat At-Taubah berisikan penjelasan mengenai adanya puncak interaksi hamba dengan Allah SWT. Hal itu mengandung pengertian bahwa ia selalu mengembalikan segala urusan hidupnya kepada Allah. Ia berserah diri kepada-Nya, menghindari perbuatan dosa & maksiat kepada-Nya.
Lalu apa hubungan surat At-Taubah dg sifat orang-orang munafik dan orang-orang musyrik dg anjuran untuk berjihad?
Surat ini merupakan dakwah terakhir yg ditujukan kepada umat manusia. Ia diturunkan sebelum penutup al Quran dan sebelum Rasulullah pulang ke haribaan Tuhan SWT. Surat ini berisikan peringatan (ancaman) keras terhadap orang2 kafir & orang2 munafik, serta ajakan terhadap orang2 mukmin utk melakukan pembelaan terhadap agama mereka.
Meskipun surat ini membicarakan keburukan org2 kafir & org2 munafik, namun banyak ayatnya yg tetap mengajak mereka agar segera bertaubat kpd Allah SWT. Bisa dilihat dari firman Allah SWT berikut ini yang disebutkan secara berulang:
"...Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka..." (At-Taubah: 74)
Sumber: Khowathir Qur'aniyah
Laporan Kompetensi Semester I Kelas I 'Keyza'
Tak terasa, tujuh bulan sudah ananda Keyza bersama kami di Muara Bulian. Beberapa pekan yang lalu di bulan Desember 2014, Keyza menerima raport hasil belajarnya. Dan sesuai dengan Kurikulum 2013, Raport tersebut ber-cover 'LAPORAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SDIT AULIA' berupa deskripsi non angka. Berikut kompetensi Keyza berdasarkan penilaian gurunya:
A. SIKAP
Alhamdulillah ananda Keyza sudah terbiasa berdo'a sebelum dan sesudah belajar, menerima dengan baik keberagaman ciptaan Tuhan, sangat baik dalam menunjukkan perilaku patuh pada aturan penjumlahan dan pengurangan, serta mampu dengan baik merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Namun perlu bimbingan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, serta membaca bismillah setiap melakukan aktivitas.
B. PENGETAHUAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat baik dalam mengenal anggota tubuh, cukup baik mengenal arahan tentang perawatan tubuh, sangat baik mengenal arti diri/personal tentang keberadaan keluarga serta memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menghitung dan menjumlah, namun perlu bimbingan dalam mengenal konteks terima kasih tentang sikap/penerimaan akan kasih sayang/perhatian dan pemberian dari orang lain.
C. KETERAMPILAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat terampil dalam menulis dan menghias kartu nama, memiliki kemampuan yang baik dalam mengenal perawatan tubuh dan pemeliharaan kesehatan, mampu melakukan lari berpasangan, sangat baik dalam menyebutkan dan menuliskan angka 20-100, serta mampu dengan sangat baik menyebutkan, mengenal anggota keluarga, dan menghias foto keluarga. Namun perlu bimbingan dalam bekerja sama dalam permainan ular naga.
D. MUATAN LOKAL
- Bahasa Inggris: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan dan menuliskan angka dalam Bahasa Inggris, dan menyebutkan nama benda dalam bahasa Inggris, serta membedakan warna dalam bahasa Inggris.
- Bahasa Arab: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan nama-nama benda dan angka dalam Bahasa Arab dari satu hingga sepuluh, dan menuliskannya dengan rapi.
- Iqro' dan Hapalan: Alhamdulillah ananda Keyza lancar menghapal surah Ad-Dhuha, Al-Insyirah, At-tin, At-Takatsur, namun masih membutuhkan bimbingan untuk surah Az-Zalzalah.
- Ibadah: Alhamdulillah ananda Keyza mampu melaksanakan tata tertib wudhu', sholat Dhuha, dan do'a-do'a pendek dengan baik. Namun butuh bimbingan untuk tugas Agenda kegiatan harian agar membiasakan mengemban bertanggung jawab.
^_^
A. SIKAP
Alhamdulillah ananda Keyza sudah terbiasa berdo'a sebelum dan sesudah belajar, menerima dengan baik keberagaman ciptaan Tuhan, sangat baik dalam menunjukkan perilaku patuh pada aturan penjumlahan dan pengurangan, serta mampu dengan baik merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Namun perlu bimbingan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, serta membaca bismillah setiap melakukan aktivitas.
B. PENGETAHUAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat baik dalam mengenal anggota tubuh, cukup baik mengenal arahan tentang perawatan tubuh, sangat baik mengenal arti diri/personal tentang keberadaan keluarga serta memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menghitung dan menjumlah, namun perlu bimbingan dalam mengenal konteks terima kasih tentang sikap/penerimaan akan kasih sayang/perhatian dan pemberian dari orang lain.
C. KETERAMPILAN
Alhamdulillah ananda Keyza sangat terampil dalam menulis dan menghias kartu nama, memiliki kemampuan yang baik dalam mengenal perawatan tubuh dan pemeliharaan kesehatan, mampu melakukan lari berpasangan, sangat baik dalam menyebutkan dan menuliskan angka 20-100, serta mampu dengan sangat baik menyebutkan, mengenal anggota keluarga, dan menghias foto keluarga. Namun perlu bimbingan dalam bekerja sama dalam permainan ular naga.
D. MUATAN LOKAL
- Bahasa Inggris: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan dan menuliskan angka dalam Bahasa Inggris, dan menyebutkan nama benda dalam bahasa Inggris, serta membedakan warna dalam bahasa Inggris.
- Bahasa Arab: Alhamdulillah ananda Keyza sudah mampu menyebutkan nama-nama benda dan angka dalam Bahasa Arab dari satu hingga sepuluh, dan menuliskannya dengan rapi.
- Iqro' dan Hapalan: Alhamdulillah ananda Keyza lancar menghapal surah Ad-Dhuha, Al-Insyirah, At-tin, At-Takatsur, namun masih membutuhkan bimbingan untuk surah Az-Zalzalah.
- Ibadah: Alhamdulillah ananda Keyza mampu melaksanakan tata tertib wudhu', sholat Dhuha, dan do'a-do'a pendek dengan baik. Namun butuh bimbingan untuk tugas Agenda kegiatan harian agar membiasakan mengemban bertanggung jawab.
^_^
Friday, December 26, 2014
Liburan Komplit ~ Desember 2014
Alhamdulillah Desember ini dipadati dengan berbagai agenda di luar kota, baik uda Amril, atau pun saya sendiri. Sehingga Desember ini bisa jadi ajang refreshing juga. Tanggal 15 Desember uda Amril berangkat dari Jambi ke Pontianak, Kalbar, karena ada Studi Komparasi terkait perencanaan pembangunan & teknisnya untuk tiap SKPD. Tanggal 16 Desember saya & Keyza ke Jakarta untuk perjalanan non dinas (dengan biaya sendiri tentunya), sebelum ke Bandung untuk menghadiri wisuda Kuntum di UPI (IKIP Bandung tgl 20 Desember), transit dulu 1 hari 2 malam di tempat kost Mama (kawasan UNJ). Selama 1 hari diisi dengan agenda reuni bersama teman-teman group Nasyid Ekspektasi Stat Unpad 2003 (Baca: Dyah, Titin, & Dewi). Sementara itu mama membawa Keyza ke Salon Johny Andrean di mall Arion untuk perawatan rambut + hair-cut.
Soal reuni, sebenernya ada sedikit cerita seru. Malemnya (sesampai di tempat kost mama), saya koordinasi dengan dewi soal tempat reuni-an. Allah men-taqdirkan semua personil group Nasyid Ekspektasi ujung-ujungnya jadi PNS, 3 orang PNS d Jkt, dan saya sendiri terdampar di Pemkab. Meski Dyah, Dewi, dan Titin sama-sama PNS d Jkt, mereka mengaku jarang ketemu, karena faktor kesibukan dan kemacetan, bikin males ketemuan. Kata dewi, reuni-an kali ini termotivasi karena bunga lg di Jkt. Nah, Pertimbangan Dewi yang notabene PNS (sejak 2010) di Kementerian Pekerjaan Umum, tempat reuni-nya ada 2 alternatif: Pacific Place yang lebih dekat ke kantor Dyah (baca: Dyah PNS sejak 2009 di BKPM-Badan Koordinasi Penanaman Modal- Pusat), atau di GI (Grand Indonesia) yang lebih dekat dari kantor Titin (Titin PNS sejak 2008 di Kementerian Pertanian). Sementara dewi sendiri lebih fleksibel, dan bersedia di mana saja reuni-nya. Lalu tanggapan saya, mendingan yang deket dari BKPM aja, karena udah setahunan lebih loose contact dg dyah, nomernya ga bisa dihubungi, sejak menikah, gak tau lg kabarnya gimana dan kenapa dyah ganti nomer hp. Jadi rencananya pagi-pagi tgl 17 Desember saya samperin dyah ke kantornya di Jalan Gatot Subroto. Dan Dewi setuju dengan usulan saya.
Singkat cerita, pagi-pagi saya berangkat ke BKPM, tapi karena macet, rada lama jg di jalan. Sesampai di kantor dyah, malah lupa diah ada di bidang/direktorat/divisi/bagian mana. Akhirnya saya ke Bagian Kepegawaian, dan dapat info bhw Dyah di Pusdata (Pusat pengolahan data dan informasi~Lt.1). langsung turun ke bawah & karena dyahnya gak ada, jadi saya tanya ke temen-temennya dyah tentang keberadaan dyah, ternyata dyah lg cuti hamil. Alhasil saya minta nomernya dyah, setelah beberapa menit ngobrol-ngobrol sama mba' Yus dan bilang kalo saya temen kuliahnya dyah & saya bilang jg dyah udah lama gak aktif di group WA Official Stat Unpad 2003. dan gak tau kabar beritanya. Sepulang dyah menamatkan kuliah S2 ke-2 nya di Jepang, cuma sekali-dua kali dyah menelepon saya mengabarkan akan menikah, sampai kemudian hp nya gak pernah aktif lagi.
Berbekal nomer HP baru dyah, saya langsung menelepon dyah. Dari BKPM saya langsung ke RS Harapan Kita karena ternyata Dyah lagi konsul kehamilannya. Setelah ketemu dyah, Saya buru-buru kabari Dewi dan Titin utk ganti tempat reuni.
Akhirnya dyah dan suaminya menyarankan untuk reuni di Citraland, deket dari Harapan Kita & jadi bisa sekalian maksi di D'Cost. Saya tanya dewi & titin, mereka setuju. Tapi berhubung jauh dari kantor titin (busway nya kudu transit di beberapa), makanya titin baru nyampe sejam setelah kami selesei maksi dan sholat.
Titin nyampe Citraland, kami dah mau turun. Langsung foto-foto berempat, trus memilih salah satu cafe sbg tempat kami ngobrol-ngobrol berempat. Yang diobrolin banyak, dari mulai soal kerjaan,di antaranya terkait dampak kebijakan Presiden baru terhadap biaya perjalanan dinas PNS, ngobrolin soal anak, dsb. Gak kerasa udah sore aja. Saling pamitan & kembali ke tempat masing-masing.
Keesokan paginya, uda amril nyampe Cengkareng dari Pontianak, langsung ke kost mama juga. Senengnya, si uda bawa oleh-oleh, aneka produk olahan lidah buaya (softdrinks, manisan, dll). Dan oleh-oleh paling seru adalah gelang ungu kecubung (secara Pontianak terkenal dengan batu mulianya). Happy banget dech...
Sorenya (Kamis tgl 18 Desember) kami ke Bandung naik travel dari Kelapa Gading. Sampe bandung sekitar jam 9 malem. Jumat pagi (19 Desember) mama nyusul ke Bandung, kami menginap di Isola Resort (di dalam Kampus UPI). Maksi di isola Resort lumayan enak menunya, terutama iga bakarnya. Kami istirahat, lalu jalan-jalan ke kawasan Gerlong Girang (SMM DT dan sekitarnya) Sembari mempersiapkan segala sesuatunya untuk wisuda Kuntum keesokan harinya. Selama ini Ngidam awug jd bisa kesampean/terobati kangen awugnya (hehehe, lebay).
Malemnya nyempetin ke Ngopi Doeloe di kawasan Setia Budi deket WS.
Wisuda Kuntum di Gymnasium FPOK UPI, niy foto sebelum masuk ke Gymnasium:
Sbg Ortu/undangan, yang ikut masuk mama, jadi after ngantar Kuntum, kami bertiga (bunga, uda, & keyza) kembali ke Isola Resort utk sarapan. Suasananya asik, natural+asri & menunya Indonesia banget.
Seusai diwisuda, dilanjutkan dengan foto bareng di M Studio CiWalk (Cihampelas Walk):
Kami kembali ke Jakarta tgl 21 Desember, sebelumnya nyempetin foto2 dulu di depan UPI :)
Nyampe Jkt lg siang. Malemnya kami bertiga diajak mama ke Arion, setelah makan malam di Es Teller 77, kami ngajakin keyza ke twenty one, keyza yg notabene belum pernah ke bioskop sebelumnya terlihat hepi. Karena gak ada Dora emon, terpaksa dech, kami nonton Pendekar Tongkat Emas.
Tanggal 22 Desember kami balik ke Jambi...
Masuk kantor tanggal 23-24 desember, tgl 25`desember ke Jambi City, tgl 26 Desember liburan berlanjut ke Palembang City. Keliling kota & wisata kuliner. Komplit Dech paket wisata ceria akhir tahun 2014 ini... ^_^
oiya, niy diriku foto si uda sama keyza & qiamu (adiknya keyza), kami d depan rumah mb Yani & famz d kawasan Sekip, ini foto sebelum keliling2 kota Palembang....
Thursday, December 11, 2014
Behind The Screen ~ Speech Contest...
Sebagai salah satu cabang yang dilombakan dalam rangkaian Lomba Peringatan Hari Ibu, Lomba Pidato wajib diikuti setiap organisasi wanita yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Batang Hari, baik DWP, ormas, organisasi keislaman, dan lain sebagainya. Salah satu persayaratan dari cabang ini adalah yang berhak dan wajib berpidato adalah Ketua dari masing-masing organisasi wanita. Jika diwakilkan, maka akan mengurangi perolehan poin penilaian.
Pada rapat DWP Dinas ESDM dalam rangka persiapan Lomba dan penentuan delegasi berbagai Lomba dari DWP ESDM beberapa waktu lalu, Ibu Ketua DWP ESDM secara langsung di forum tersebut, meminta saya untuk membuatkan sebuah naskah pidato. Sesuai dengan tema yang disiapkan oleh panitia lomba, yakni: 'Peran Ibu dalam Pembangunan Menuju Keluarga Sejahtera', maka saya memberi judul naskah pidato tersebut: “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera.”
Lomba dilaksanakan pada tanggal yang telah ditentukan. Untuk menjaga agar Lomba tetap fair, maka pengumuman pemenang dibacakan segera setelah peserta dengan nomor undian 53 tampil (ada 53 peserta yang mengikuti Lomba Pidato tahun ini). Alhamdulillah meski belum berhasil meraih 3 besar, ibu ketua DWP ESDM diumumkan sebagai Juara Harapan III (baca: Peringkat 6 dari 53 peserta). Lumayan lah, hehehe, meski behind the screen, saya ikut happy dengan hasil ini, berarti saya gak kalah jauh dibanding para penulis naskah pidato yang udah lebih senior dan berada di balik para Ketua yang meraih 5 besar. Berikut ini saya posting pidato sederhana yang saya susun untuk ibu Ketua DWP Dinas ESDM Kabupaten Batang Hari:
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PIDATO KETUA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS ESDM
PADA LOMBA PIDATO TINGKAT KABUPATEN BATANG HARI
PERINGATAN HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN
KE-15 TAHUN 2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,
Yang terhormat, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Batang Hari
Yang terhormat, Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu-ibu Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Batang Hari,
Para pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan Anggota Dharma Wanita Persatuan pada semua tingkat kepengurusan...
Pada kesempatan yang berbahagia dan penuh berkah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan untuk melanjutkan ibadah dan sekelumit aktivitas bermanfaat di negeri Serentak Bak Regam, Kabupaten Batang Hari tercinta ini. Tak lupa pula sholawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad S’AW yang telah memuliakan para ibu, sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam keluarga.
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk menyampaikan sepatah dua kata, sebuah pidato singkat yang berjudul, “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera*.”
Hadirin yang berbahagia...
Dalam era kemerdekaan yang dimulai dengan perjuangan kebangkitan bangsa, hingga semakin terasanya era globalisasi dewasa ini, membuka peluang lebar bagi setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berperan untuk kepentingan bangsa. Termasuk kaum perempuan sebagai Ibu, atau pun calon ibu, serta tak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita dengan karier cemerlang serta kemandirian finansial.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Banyak karya, sumbangsih, dan berbagai perbuatan baik yang dapat diberikan kepada bangsa, banyak kesempatan yang dapat ditunjukkan oleh kaum perempuan dalam pembangunan, salah satunya dengan menjadi ibu profesional.
Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa salah satu definisi kata “profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sehingga bukan hal yang mustahil apabila muncul seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu serta menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya karena ia melakukannya berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu kalimat dahsyat, “Jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi, tunggulah titik kehancurannya.”
Ibu profesional digambarkan sebagai sosok ibu pembelajar yang penuh percaya diri dan berwawasan ke depan, membanggakan bagi keluarganya, serta memprioritaskan partisipasinya dalam pembangunan sumber daya manusia, dalam hal ini anak-anaknya, dengan menitik beratkan pada HOW TO EDUCATE CHILDREN, atau ilmu dasar mendidik anak.
Seorang ibu profesional akan berusaha untuk memahami perkembangan anak-anaknya secara fisik dan psikologis, memahami ilmu tentang keterampilan dasar anak, baik secara emosi maupun spiritual, melatih kemandirian dan life skill anak sejak dini, serta memahami bahwa semua anak adalah cerdas. Dengan demikian setiap anak dalam keluarga dengan peran ibu profesional, akan menjadi bintang, terwujud tunas-tunas bangsa berkualitas, sumber daya manusia yang tak hanya cerdas dan mandiri, namun menjadi anak bangsa yang sukses. Ibu profesional yang berhasil, akan mengantarkan anak-anaknya menjadi para pelaku pembangunan di masa depan. Sehingga terwujud keluarga bahagia karena peningkatan kesejahteraan yang pesat, di masa kini, dan nanti.
Ibu-Ibu, dan hadirin yang saya muliakan....
Sebagaimana kita tahu, untuk menjadi seorang sarjana, kita butuh waktu 6 tahun untuk menamatkan SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, dan minimal 4 tahun kuliah, untuk mendapatkan gelar sarjananya. Serta Untuk menjadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter, dan gelar profesi lainnya, kita butuh 2 tahun lagi mengikuti sekolah profesi, pegabdian, dan sebagainya. Tetapi untuk menjadi seorang ibu profesional? dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun-tahun kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang predikat sebagai ibu profesional. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan seorang ibu. Apalagi jika ibu tersebut ingin menjadi profesional dalam perannya sebagai ibu yang membawa keluarganya menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.
Nah, hadirin yang berbahagia, jika semua orang ingin sekolah tinggi-tinggi demi gelar, profesi, pekerjaan, dan sebagainya, maka sungguh mengherankan, mengapa kebanyakan orang begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi seorang ibu profesional? Dengan kata lain, profesional sebagai ibu bagi anak-anaknya, bagi keluarganya, dan bagi masyarakatnya. Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan lain sebagainya.
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, mari kita tilik penggalan puisi goresan Kahlil Gibran tentang anak...
“Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik zamannya,
Kau boleh berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
walaupun dalam impian,”
Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orang tua, terutama Ibu, adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menghadapi masa depannya. Meskipun anak-anak adalah pribadi yang suka bermain di masa kecil mereka, tetapi dalam hal mendidik mereka, tidak bisa “main-main”. Butuh keseriusan orang tua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh profesionalitas ibu dalam mendidik mereka.
Karena itu saya menghimbau para Ibu, untuk bersemangat menjadi ibu profesional. Jika memiliki anak perempuan, berikan pendidikan kepada anak-anak perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat mereka menjadi ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu ibu yang baik, akan melahirkan suatu keluarga yang sejahtera. Satu generasi ibu yang baik, maka akan memberikan kesuksesan dalam pembangunan karena para penerusnya berkualitas.
Para Ibu Profesional, Calon Ibu Profesional, dan Hadirin yang berbahagia..
Di akhir pidato singkat saya ini, saya berharap kita semua dapat sama-sama bersemangat dan mengerahkan upaya terbaik kita untuk mengembalikan fungsi ibu sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak dan keluarganya, bisa berperan sebagai manager keluarga, menjadi pribadi yang mandiri secara finansial, tanpa harus melalaikan kewajiban dalam mendidik anak. Senantiasa meningkatkan budi pekerti mulia dalam keluarganya, serta menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Jika hal itu terwujud, saya yakin, dalam setiap keluarga, akan maksimal dan optimal Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Menuju Keluarga Sejahtera di Kabupaten Batang Hari tercinta ini.
Mengakhiri pidato ini, saya mengucapkan Selamat Hari Ibu dan Selamat Hari Ulang Tahun ke-15 Dharma Wanita Persatuan; semoga organisasi Dharma Wanita Persatuan semakin kokoh dalam mengemban visi dan misinya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Muara Bulian, November 2014
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Dikutip, dikembangkan, dan disusun dari beberapa bahan bacaan (kata-kata adalah buah dari membaca) dan dari berbagai sumber oleh Bunga Mardhotillah, S.Si, M.Stat ^_^
Intermezzo: Ternyata statistisi juga bisa bikin naskah pidato lho. (emang sih, di Bappeda pas jaman Kabid lama, sempat 2 kali diminta untuk membuat naskah pidato (expose & Pidato Sambutan suatu Acara). Pas pergantian Kabid baru, gak pernah diminta bikin naskah pidato lagi, sebenarnya jadi kurang terasah kemampuan saya karenanya. Dan....Alhamdulillah Nov-Des 2014 ini teruji kembali skill tersebut, asssiiikk :D ). Selanjutnya saya akan mencoba menyiapkan naskah pidato Ketua Panitia Musda Salimah Batang Hari yang insyaAllah akan diselenggarakan beberapa hari lagi, meski bukan saya ketua panitianya. Hm, behind the screen lagi dehhh... :)
Pada rapat DWP Dinas ESDM dalam rangka persiapan Lomba dan penentuan delegasi berbagai Lomba dari DWP ESDM beberapa waktu lalu, Ibu Ketua DWP ESDM secara langsung di forum tersebut, meminta saya untuk membuatkan sebuah naskah pidato. Sesuai dengan tema yang disiapkan oleh panitia lomba, yakni: 'Peran Ibu dalam Pembangunan Menuju Keluarga Sejahtera', maka saya memberi judul naskah pidato tersebut: “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera.”
Lomba dilaksanakan pada tanggal yang telah ditentukan. Untuk menjaga agar Lomba tetap fair, maka pengumuman pemenang dibacakan segera setelah peserta dengan nomor undian 53 tampil (ada 53 peserta yang mengikuti Lomba Pidato tahun ini). Alhamdulillah meski belum berhasil meraih 3 besar, ibu ketua DWP ESDM diumumkan sebagai Juara Harapan III (baca: Peringkat 6 dari 53 peserta). Lumayan lah, hehehe, meski behind the screen, saya ikut happy dengan hasil ini, berarti saya gak kalah jauh dibanding para penulis naskah pidato yang udah lebih senior dan berada di balik para Ketua yang meraih 5 besar. Berikut ini saya posting pidato sederhana yang saya susun untuk ibu Ketua DWP Dinas ESDM Kabupaten Batang Hari:
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PIDATO KETUA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS ESDM
PADA LOMBA PIDATO TINGKAT KABUPATEN BATANG HARI
PERINGATAN HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN
KE-15 TAHUN 2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,
Yang terhormat, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Batang Hari
Yang terhormat, Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari,
Yang terhormat, Ibu-ibu Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Batang Hari,
Para pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan Anggota Dharma Wanita Persatuan pada semua tingkat kepengurusan...
Pada kesempatan yang berbahagia dan penuh berkah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan untuk melanjutkan ibadah dan sekelumit aktivitas bermanfaat di negeri Serentak Bak Regam, Kabupaten Batang Hari tercinta ini. Tak lupa pula sholawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad S’AW yang telah memuliakan para ibu, sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam keluarga.
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk menyampaikan sepatah dua kata, sebuah pidato singkat yang berjudul, “Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera*.”
Hadirin yang berbahagia...
Dalam era kemerdekaan yang dimulai dengan perjuangan kebangkitan bangsa, hingga semakin terasanya era globalisasi dewasa ini, membuka peluang lebar bagi setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berperan untuk kepentingan bangsa. Termasuk kaum perempuan sebagai Ibu, atau pun calon ibu, serta tak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita dengan karier cemerlang serta kemandirian finansial.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Banyak karya, sumbangsih, dan berbagai perbuatan baik yang dapat diberikan kepada bangsa, banyak kesempatan yang dapat ditunjukkan oleh kaum perempuan dalam pembangunan, salah satunya dengan menjadi ibu profesional.
Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa salah satu definisi kata “profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sehingga bukan hal yang mustahil apabila muncul seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu serta menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya karena ia melakukannya berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu kalimat dahsyat, “Jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi, tunggulah titik kehancurannya.”
Ibu profesional digambarkan sebagai sosok ibu pembelajar yang penuh percaya diri dan berwawasan ke depan, membanggakan bagi keluarganya, serta memprioritaskan partisipasinya dalam pembangunan sumber daya manusia, dalam hal ini anak-anaknya, dengan menitik beratkan pada HOW TO EDUCATE CHILDREN, atau ilmu dasar mendidik anak.
Seorang ibu profesional akan berusaha untuk memahami perkembangan anak-anaknya secara fisik dan psikologis, memahami ilmu tentang keterampilan dasar anak, baik secara emosi maupun spiritual, melatih kemandirian dan life skill anak sejak dini, serta memahami bahwa semua anak adalah cerdas. Dengan demikian setiap anak dalam keluarga dengan peran ibu profesional, akan menjadi bintang, terwujud tunas-tunas bangsa berkualitas, sumber daya manusia yang tak hanya cerdas dan mandiri, namun menjadi anak bangsa yang sukses. Ibu profesional yang berhasil, akan mengantarkan anak-anaknya menjadi para pelaku pembangunan di masa depan. Sehingga terwujud keluarga bahagia karena peningkatan kesejahteraan yang pesat, di masa kini, dan nanti.
Ibu-Ibu, dan hadirin yang saya muliakan....
Sebagaimana kita tahu, untuk menjadi seorang sarjana, kita butuh waktu 6 tahun untuk menamatkan SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, dan minimal 4 tahun kuliah, untuk mendapatkan gelar sarjananya. Serta Untuk menjadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter, dan gelar profesi lainnya, kita butuh 2 tahun lagi mengikuti sekolah profesi, pegabdian, dan sebagainya. Tetapi untuk menjadi seorang ibu profesional? dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun-tahun kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang predikat sebagai ibu profesional. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan seorang ibu. Apalagi jika ibu tersebut ingin menjadi profesional dalam perannya sebagai ibu yang membawa keluarganya menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.
Nah, hadirin yang berbahagia, jika semua orang ingin sekolah tinggi-tinggi demi gelar, profesi, pekerjaan, dan sebagainya, maka sungguh mengherankan, mengapa kebanyakan orang begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi seorang ibu profesional? Dengan kata lain, profesional sebagai ibu bagi anak-anaknya, bagi keluarganya, dan bagi masyarakatnya. Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan lain sebagainya.
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, mari kita tilik penggalan puisi goresan Kahlil Gibran tentang anak...
“Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik zamannya,
Kau boleh berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
walaupun dalam impian,”
Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orang tua, terutama Ibu, adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menghadapi masa depannya. Meskipun anak-anak adalah pribadi yang suka bermain di masa kecil mereka, tetapi dalam hal mendidik mereka, tidak bisa “main-main”. Butuh keseriusan orang tua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh profesionalitas ibu dalam mendidik mereka.
Karena itu saya menghimbau para Ibu, untuk bersemangat menjadi ibu profesional. Jika memiliki anak perempuan, berikan pendidikan kepada anak-anak perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat mereka menjadi ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu ibu yang baik, akan melahirkan suatu keluarga yang sejahtera. Satu generasi ibu yang baik, maka akan memberikan kesuksesan dalam pembangunan karena para penerusnya berkualitas.
Para Ibu Profesional, Calon Ibu Profesional, dan Hadirin yang berbahagia..
Di akhir pidato singkat saya ini, saya berharap kita semua dapat sama-sama bersemangat dan mengerahkan upaya terbaik kita untuk mengembalikan fungsi ibu sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak dan keluarganya, bisa berperan sebagai manager keluarga, menjadi pribadi yang mandiri secara finansial, tanpa harus melalaikan kewajiban dalam mendidik anak. Senantiasa meningkatkan budi pekerti mulia dalam keluarganya, serta menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Jika hal itu terwujud, saya yakin, dalam setiap keluarga, akan maksimal dan optimal Peran Ibu Profesional dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Menuju Keluarga Sejahtera di Kabupaten Batang Hari tercinta ini.
Mengakhiri pidato ini, saya mengucapkan Selamat Hari Ibu dan Selamat Hari Ulang Tahun ke-15 Dharma Wanita Persatuan; semoga organisasi Dharma Wanita Persatuan semakin kokoh dalam mengemban visi dan misinya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Muara Bulian, November 2014
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Dikutip, dikembangkan, dan disusun dari beberapa bahan bacaan (kata-kata adalah buah dari membaca) dan dari berbagai sumber oleh Bunga Mardhotillah, S.Si, M.Stat ^_^
Intermezzo: Ternyata statistisi juga bisa bikin naskah pidato lho. (emang sih, di Bappeda pas jaman Kabid lama, sempat 2 kali diminta untuk membuat naskah pidato (expose & Pidato Sambutan suatu Acara). Pas pergantian Kabid baru, gak pernah diminta bikin naskah pidato lagi, sebenarnya jadi kurang terasah kemampuan saya karenanya. Dan....Alhamdulillah Nov-Des 2014 ini teruji kembali skill tersebut, asssiiikk :D ). Selanjutnya saya akan mencoba menyiapkan naskah pidato Ketua Panitia Musda Salimah Batang Hari yang insyaAllah akan diselenggarakan beberapa hari lagi, meski bukan saya ketua panitianya. Hm, behind the screen lagi dehhh... :)
Sunday, December 7, 2014
Tips Memberkahkan Tamasya...
A. Jelang Tamasya:
1. Meniatkan kegiatan tamasya untuk tujuan ibadah.
2. Mensosialisasikan niat itu kepada seluruh keluarga atau rombongan yang hendak bertamasya bersama.
3. Memusyawarahkan rencana tamasya yang hemat biaya dan tepat sasaran.
4. Membangun komitmen bersama dlm rangka mencapai tujuan dari tamasya tersebut sebagaimana sudah diniatkan di awal.
5. Membiayai tamasya dari sumber-sumber pembiayaan yang halal.
6. Mengawali perjalanan dengan membaca basmalah dan do'a safar.
B. Saat Tamasya
1. Mengisi tamasya dengan kegiatan-kegiatan menghibur yang diperbolehkan (mubah) menurut syari'ah.
2. Tidak mengabaikan kewajiban sholat lima waktu atau pun kewajiban-kewajiban yang lain.
3. Melakukan hal-hal yang berpotensi memperkuat makna kebersamaan dan memperkokoh tali persaudaraan.
4. Menjadikan tamasya sebagai media mendapatkan inspirasi dan motivasi baru supaya lebih giat lagi dalam melakukan kebaikan dan perubahan selepas masa liburan.
5. Mengindahkan tata tertib dan kebersihan lingkungan.
6. Pulang dengan meninggalkan kesan baik kepada semua pihak yang terkait selama bertamasya.
C. Selepas Tamasya
1. Menjadi pribadi yang lebih baik, meningkat kecerdasannya, baik dalam aspek spiritual, emosional, intelektual, sosial, finansial, ataupun yang lain.
2. Lebih rajin menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan sosial.
3. Semakin giat bekerja dan berkarya.
4. Lebih optimis dan penuh suka cita dalam menjalani hidup.
5. Semakin matang dalam berpikir dan bertindak.
6. Lebih aktif dan terbuka terhadap upaya-upaya pembaruan dan perubahan.
Taken From: Noor
1. Meniatkan kegiatan tamasya untuk tujuan ibadah.
2. Mensosialisasikan niat itu kepada seluruh keluarga atau rombongan yang hendak bertamasya bersama.
3. Memusyawarahkan rencana tamasya yang hemat biaya dan tepat sasaran.
4. Membangun komitmen bersama dlm rangka mencapai tujuan dari tamasya tersebut sebagaimana sudah diniatkan di awal.
5. Membiayai tamasya dari sumber-sumber pembiayaan yang halal.
6. Mengawali perjalanan dengan membaca basmalah dan do'a safar.
B. Saat Tamasya
1. Mengisi tamasya dengan kegiatan-kegiatan menghibur yang diperbolehkan (mubah) menurut syari'ah.
2. Tidak mengabaikan kewajiban sholat lima waktu atau pun kewajiban-kewajiban yang lain.
3. Melakukan hal-hal yang berpotensi memperkuat makna kebersamaan dan memperkokoh tali persaudaraan.
4. Menjadikan tamasya sebagai media mendapatkan inspirasi dan motivasi baru supaya lebih giat lagi dalam melakukan kebaikan dan perubahan selepas masa liburan.
5. Mengindahkan tata tertib dan kebersihan lingkungan.
6. Pulang dengan meninggalkan kesan baik kepada semua pihak yang terkait selama bertamasya.
C. Selepas Tamasya
1. Menjadi pribadi yang lebih baik, meningkat kecerdasannya, baik dalam aspek spiritual, emosional, intelektual, sosial, finansial, ataupun yang lain.
2. Lebih rajin menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan sosial.
3. Semakin giat bekerja dan berkarya.
4. Lebih optimis dan penuh suka cita dalam menjalani hidup.
5. Semakin matang dalam berpikir dan bertindak.
6. Lebih aktif dan terbuka terhadap upaya-upaya pembaruan dan perubahan.
Taken From: Noor
Subscribe to:
Posts (Atom)














