Fenomena Bahaya Lisan
a. Al kalamu fima la ya'nihi (ungkapan yang tidak berguna).
b. Fudhulul Kalam (berbicara secara berlebihan)
c. Al khoudh fil bathil (ungkapan yang mendekati kebatilan dan maksiat)
d. Al Miraa' wal jadal (Berbantahan, bertengkar, dan debat kusir)
e. Al khushumah wa istifa'ul haq (Banyak omong untuk mendapatkan haknya)
f. Al Mizah (Bercanda dan Senda Gurau)
g. Bidza'atul lisan wal qaulul fahisy was-sab (Ungkapan yang menyakitkan)
h. Al la'nu (melaknat binatang atau benda, apalagi manusia)
i. Al ghina wasy syi'r (Bernyanyi dan bersyair)
j. Attaqa'ur fil kalam (Berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian)
k. Ifsya 'ussirri (menyebarkan rahasia)
l. Al kadzibu (Dusta atau berbohong dalam perkataan, janji, dan sumpah)
m. Al ghibah (menceritakan keburukan orang lain)
n. Al madhu (Sanjungan yang menjerumuskan)
o. Assukhriyah wal istihza' (menyebutkan hal yang bikin malu - kejelekan diceritakan untuk ditertawakan)
p. An-Namimah (Adu domba atau menghasut)
q. Al khatha' fi daqa 'iqul kalaam (Bertanya yang bukan-bukan, hingga memberatkan orang yang menjawab)
Tuesday, October 8, 2013
Kondisi-kondisi Tertentu yang diperbolehkan Ikhthilath
1. Adanya kondisi-kondisi sbb: Dharurah Syar'iyyah (darurat), Hajah Syar'iyyah (kebutuhan syar'i), Mashlahah syar'iyyah (kemaslahatan secara syar'i)
2. Memperhatikan adab-adab syar'i seperti menjaga suara, tidak berbicara dengan bukan muhrim, kecuali seperlunya, dan tidak bersentuhan.
3. Menutup aurat
4. Ghadhul Bashar (Menjaga Pandangan)
5. Tidak melakukan khalwat (berduaan)
2. Memperhatikan adab-adab syar'i seperti menjaga suara, tidak berbicara dengan bukan muhrim, kecuali seperlunya, dan tidak bersentuhan.
3. Menutup aurat
4. Ghadhul Bashar (Menjaga Pandangan)
5. Tidak melakukan khalwat (berduaan)
Khafsah binti Sirin
Beliau adalah saudara perempuan Muhammad bin Sirin: Seorang Tabi'in yang senantiasa beribadah dan sekaligus ahli dalam bidang Fikih.
Khafsah hapal al Qur'an dengan sangat baik sejak berusia 12 tahun. Bahkan Muhammad bin Sirin sendiri saat merasa kesulitan dalam memahami sesuatu yang berhubungan dengan Al Qur'an, memerintahkan kepada muridnya untuk pergi menghadap khafsah.
Kemuliaannya sangat dikenal oleh ulama-ulama semasanya. Terbukti dari perkataan Iyyas bin Muawwiyah, "aku tak pernah melihat satu pun orang yang lebih mulia dari Khafsah binti Sirin." Hasan basri bin Sirin sendiri mengakui, tak ada seorang pun yang bisa menandingi keutamaan Khafsah. Sehingga tidaklah mengherankan lagi, jika bin Dawud menggolongkannya sebagai wanita-wanita mulia dari kalangan Tabi'in.
Beliau selalu berpuasa selama setahun penuh, kecuali pada hari-hari yg tidak diperbolehkan berpuasa. Setiap malam ia selalu membaca separuh dari ayat-ayat Al Qur'an. Ia mempunyai sebuah kain kafan yg senantiasa ia pakai saat sedang melakukan ibadah di malam ke-10 hari terakhir pada bulan suci Ramadhan.
Salah satu dari kata-kata bijaknya adalah, "Wahai para pemuda, pergunakan waktumu sebaik-baiknya di saat kalian dalam keadaan muda. Sesungguhnya, aku melihat banyak sekali amal perbuatan yg bisa dilakukan oleh para pemuda."
Ia mengambil riwayat hadits dari saudara laki-lakinya sendiri yang bernama Yahya, begitu pula dari Anas bin Malik, Ummu Athiah Al-Anshariyah, dan selain dari mereka.
Sedangkan orang-orang yg mengambil periwayatan hadits darinya adalah Muhammad bin Sirin, Qatadah, Asyim Al-Ahwal, dan selainnya.
Ibnu Hibban, Yahya bin Muayyan dan Ahmad bin Abdullah, menganggap Khafsah termasuk para perawi hadits yang dapat dipercaya.
Khafsah binti Sirin meninggal dunia pada tahun 101 Hijriyah di Madinah, dengan usia mendekati 70 tahun.
Khafsah hapal al Qur'an dengan sangat baik sejak berusia 12 tahun. Bahkan Muhammad bin Sirin sendiri saat merasa kesulitan dalam memahami sesuatu yang berhubungan dengan Al Qur'an, memerintahkan kepada muridnya untuk pergi menghadap khafsah.
Kemuliaannya sangat dikenal oleh ulama-ulama semasanya. Terbukti dari perkataan Iyyas bin Muawwiyah, "aku tak pernah melihat satu pun orang yang lebih mulia dari Khafsah binti Sirin." Hasan basri bin Sirin sendiri mengakui, tak ada seorang pun yang bisa menandingi keutamaan Khafsah. Sehingga tidaklah mengherankan lagi, jika bin Dawud menggolongkannya sebagai wanita-wanita mulia dari kalangan Tabi'in.
Beliau selalu berpuasa selama setahun penuh, kecuali pada hari-hari yg tidak diperbolehkan berpuasa. Setiap malam ia selalu membaca separuh dari ayat-ayat Al Qur'an. Ia mempunyai sebuah kain kafan yg senantiasa ia pakai saat sedang melakukan ibadah di malam ke-10 hari terakhir pada bulan suci Ramadhan.
Salah satu dari kata-kata bijaknya adalah, "Wahai para pemuda, pergunakan waktumu sebaik-baiknya di saat kalian dalam keadaan muda. Sesungguhnya, aku melihat banyak sekali amal perbuatan yg bisa dilakukan oleh para pemuda."
Ia mengambil riwayat hadits dari saudara laki-lakinya sendiri yang bernama Yahya, begitu pula dari Anas bin Malik, Ummu Athiah Al-Anshariyah, dan selain dari mereka.
Sedangkan orang-orang yg mengambil periwayatan hadits darinya adalah Muhammad bin Sirin, Qatadah, Asyim Al-Ahwal, dan selainnya.
Ibnu Hibban, Yahya bin Muayyan dan Ahmad bin Abdullah, menganggap Khafsah termasuk para perawi hadits yang dapat dipercaya.
Khafsah binti Sirin meninggal dunia pada tahun 101 Hijriyah di Madinah, dengan usia mendekati 70 tahun.
Kedudukan dan Keutamaan Malaikat
Ulama berbeda pendapat dalam menjadikan manusia lebih utama daripada malaikat:
1. Ada pendapat yg mengatakan bahwa para rasul dari golongan manusia lebih utama dari para rasul dari golongan malaikat dan para wali dari golongan manusia lebih utama dari para wali golongan malaikat.
2. Pendapat yg lain, malaikat lebih utama dari manusia selain para rasul.
* Malaikat adalah makhluk yang tidak disifati sebagai laki-laki atau perempuan.
* Malaikat tidak makan dan tidak minum
* Malaikat tidak dapat dilihat dalam wujud aslinya
* Malaikat mampu berubah bentuk
* Malaikat memiliki kemampuan yang luar biasa
* Malaikat diciptakan untuk taat dan bertasbih
* Malaikat terjaga dari salah
1. Ada pendapat yg mengatakan bahwa para rasul dari golongan manusia lebih utama dari para rasul dari golongan malaikat dan para wali dari golongan manusia lebih utama dari para wali golongan malaikat.
2. Pendapat yg lain, malaikat lebih utama dari manusia selain para rasul.
* Malaikat adalah makhluk yang tidak disifati sebagai laki-laki atau perempuan.
* Malaikat tidak makan dan tidak minum
* Malaikat tidak dapat dilihat dalam wujud aslinya
* Malaikat mampu berubah bentuk
* Malaikat memiliki kemampuan yang luar biasa
* Malaikat diciptakan untuk taat dan bertasbih
* Malaikat terjaga dari salah
Keutamaan Dzikir
Salah satu keutamaan Dzikir -> Allah SWT akan ingat melebihi orang yang mengingat-Nya
Dari Abu Hurairah R.'A. berkata, Nabi S'AW bersabda, Allah SWT berfirman, "Aku mengikuti dugaan hamba-Ku dan Aku bersamanya jika ia berdzikir kepada-Ku. Jika dia berdzikir dalam dirinya, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia berdzikir di dalam sekelompok orang, Aku akan mengingatnya di sekelompok yang lebih baik dari mereka." (HR.Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Dari Abu Hurairah R.'A. berkata, Nabi S'AW bersabda, Allah SWT berfirman, "Aku mengikuti dugaan hamba-Ku dan Aku bersamanya jika ia berdzikir kepada-Ku. Jika dia berdzikir dalam dirinya, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia berdzikir di dalam sekelompok orang, Aku akan mengingatnya di sekelompok yang lebih baik dari mereka." (HR.Imam Bukhari dan Imam Muslim)
GHADH DHUL BASHAR (MENUNDUKKAN PANDANGAN)
Secara bahasa ghadh dhul bashar berarti menahan, mengurangi, atau menundukkan pandangan. Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali, atau menundukkan kepala ke tanah karena bukan itu maksudnya, di samping tidak akan mampu atau sulit dilakukan. Maksudnya adalah menjaga dan tidak melepaskan kendalinya hingga menjadi liar. Dengan kata lain, menahan dari apa yang diharamkan Allah SWT dan rasulNya.
Penyebab Mengumbar Pandangan:
1. Mengikuti hawa nafsu dan ajakan setan
2. Jahil (tidak tahu) terhadap akibat negatif mengumbar pandangan, bahwa mengumbar pandangan itu penyebab utama zina.
3. Hanya ingat pada ampunan Allah SWT tetapi lupa pada ancaman dan siksa-Nya.
4. Melihat atau menyaksikan media porno atau berbau pornografi baik di media cetak, elektronik, maupun internet.
5. Tidak menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sebenarnya siap menikah.
6. Sering berada di tempat bercampur baurnya laki-laki dan perempuan, seperti pasar atau mal.
7. Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram akibat lemahnya iman dan tidak hadirnya keagungan Allah SWT dalam hatinya. Orang yang merasakan keagungan-Nya pasti bersedih jika berbuat maksiat kepada-Nya.
8. Godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan, atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.
Akibat negatif Memandang yang Haram:
1. Rusaknya hati
2. Terancam jatuh kepada zina
3. Lupa ilmu
4. Turunnya bala'
5. Merusak sebagian amal
6. Melalaikan diri dari mengingat Allah SWT dan Hari Akhirat.
7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.
Manfaat Menundukkan Pandangan
1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan karena penyesalan akibat mengumbar pandangannya akan berlangsung lama.
2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh, terutama mata dan wajah. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang mengumbar pandangannya.
3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor untuk menguasainya karena hati bercahaya dan penuh konsentrasi.
4. Mempertajam Firasat dan Prediksi.
5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah SWT)
Penyebab Mengumbar Pandangan:
1. Mengikuti hawa nafsu dan ajakan setan
2. Jahil (tidak tahu) terhadap akibat negatif mengumbar pandangan, bahwa mengumbar pandangan itu penyebab utama zina.
3. Hanya ingat pada ampunan Allah SWT tetapi lupa pada ancaman dan siksa-Nya.
4. Melihat atau menyaksikan media porno atau berbau pornografi baik di media cetak, elektronik, maupun internet.
5. Tidak menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sebenarnya siap menikah.
6. Sering berada di tempat bercampur baurnya laki-laki dan perempuan, seperti pasar atau mal.
7. Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram akibat lemahnya iman dan tidak hadirnya keagungan Allah SWT dalam hatinya. Orang yang merasakan keagungan-Nya pasti bersedih jika berbuat maksiat kepada-Nya.
8. Godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan, atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.
Akibat negatif Memandang yang Haram:
1. Rusaknya hati
2. Terancam jatuh kepada zina
3. Lupa ilmu
4. Turunnya bala'
5. Merusak sebagian amal
6. Melalaikan diri dari mengingat Allah SWT dan Hari Akhirat.
7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.
Manfaat Menundukkan Pandangan
1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan karena penyesalan akibat mengumbar pandangannya akan berlangsung lama.
2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh, terutama mata dan wajah. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang mengumbar pandangannya.
3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor untuk menguasainya karena hati bercahaya dan penuh konsentrasi.
4. Mempertajam Firasat dan Prediksi.
5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah SWT)
Karakter Sempurna Orang Beriman...
Keimanan seorang muslim yang mencakup tiga unsur (Ucapan, Membenarkan dengan hati, dibuktikan dengan perbuatan), harus selalu dipelihara dan dijaga dengan sikap istiqamah. Istiqamah adalah konsisten, tetap, dan teguh. Tetap pada pendirian, tidak berubah, dan tahan uji. Istiqamah akan melahirkan tiga hal yang merupakan ciri orang dengan iman sempurna, yaitu:
1. Syaja'ah (keberanian) muncul karena yakin sebagai hamba Allah yang selalu dibela dan didukung Allah SWT. Tidak takut menghadapi tantangan hidup, siap berjuang demi tegaknya Haq (kebenaran). Keberanian bersumber pula pada keyakinan terhadap qadha dan qadr Allah SWT yang sudah pasti. Oleh karena itu, tidak ada rasa takut pada kematian, karena kematian di jalan Allah SWT merupakan anugerah yang selalu dirindukannya.
2. Ithmi'nan (ketenangan) muncul dari keyakinan pada perlindungan Allah SWT yang memelihara orang mukmin secara lahir dan batin. Dengan senantiasa ingat kepada Allah SWT dan berpanduan pada petunjuk-Nya (kitabullah dan Sunnah), ketenangan akan selalu hidup di dalam hatinya.
3. Tafa'ul (optimis) muncul karena yakin bahwa masa depan adalah milik orang beriman. Kemenangan umat Islam dan kehancuran kaum kuffar sudah pasti. Mukmin menyadari bahwa amal perbuatan yang dilakukannya tidak akan sia-sia, tetapi pasti dibalas Allah dengan balasan yang sempurna.
1. Syaja'ah (keberanian) muncul karena yakin sebagai hamba Allah yang selalu dibela dan didukung Allah SWT. Tidak takut menghadapi tantangan hidup, siap berjuang demi tegaknya Haq (kebenaran). Keberanian bersumber pula pada keyakinan terhadap qadha dan qadr Allah SWT yang sudah pasti. Oleh karena itu, tidak ada rasa takut pada kematian, karena kematian di jalan Allah SWT merupakan anugerah yang selalu dirindukannya.
2. Ithmi'nan (ketenangan) muncul dari keyakinan pada perlindungan Allah SWT yang memelihara orang mukmin secara lahir dan batin. Dengan senantiasa ingat kepada Allah SWT dan berpanduan pada petunjuk-Nya (kitabullah dan Sunnah), ketenangan akan selalu hidup di dalam hatinya.
3. Tafa'ul (optimis) muncul karena yakin bahwa masa depan adalah milik orang beriman. Kemenangan umat Islam dan kehancuran kaum kuffar sudah pasti. Mukmin menyadari bahwa amal perbuatan yang dilakukannya tidak akan sia-sia, tetapi pasti dibalas Allah dengan balasan yang sempurna.
Monday, September 30, 2013
Ujian itu....
Ujian bukan berupa upaya utk melihat kelemahan & kekurangan pembelajar, tetapi merupakan pengukuran kecakapan, kemahiran, dan keterampilan yang dimiliki pembelajar dalam mata pelajaran/perkuliahan tertentu.
Subscribe to:
Posts (Atom)